logo

Kondisi Cuaca Maluku Dipengaruhi "Tropical Cyclon Reley" Di Samudera Hindia

Kondisi Cuaca Maluku Dipengaruhi

26 Januari 2019 06:13 WIB
Penulis : Yacob Nauly

SuaraKarya.id - AMBON: Stasiun Meteorologi Pattimura Ambon menyatakan kondisi cuaca Maluku dipengaruhi "Tropical Cyclone Riley" di Samudera Hindia Selatan Pulau Sumbawa dengan kecepatan angin maksimum 45 knot

Kepala Stasiun Meteorologi Pattimura Ambon, Ot Oral Sem Wilar, Sabtu (26/1/2019), seperti dilaporkan Antara, mengatakan pola tekanan rendah hPa teridentifikasi di Samudra Pasifik Timur Laut Australia, menyebabkan pumpunan angin dan pembelokan angin di wilayah Maluku.

Kondisi ini dapat menyebabkan adanya pertumbuhan awan-awan hujan (cumulonimbus) di wilayah tersebut.

Keadaan ini juga dapat disertai dengan angin kencang sesaat yang dapat meningkatkan tinggi gelombang di wilayah tersebut.

Kondisi sinoptik tercatat angin umumnya bertiup dari arah Barat - Utara dengan kecepatan terbesar 25 Knots (50 KM/Jam).

Ot mengemukakan gelombang mencapai 4 meter berpeluang terjadi di Laut Arafura bagian Timur.

Sedangkan, gelombang mencapai 2,5 meter berpeluang terjadi di laut Banda, perairan Kepulauan Sermata, Letti, perairan Kepulauan Babar, Kepulauan Tanimbar, perairan Kepulau Kei, Kepulauan Aru serta laut Arafuru bagian Barat dan Tengah.

Terkait potensi hujan, dia menjelaskan intensitas lebat disertai petir berpeluang terjadi di laut Arafuru bagian Timur

"Adanya awan gelap (Cumulonimbus) di lokasi tersebut dapat menimbulkan angin kencang dan menambah tinggi gelombang," katanya.

Ot mengatakan para nelayan telah diimbau mewaspadai gelombang tinggi tersebut dan hendaknya jangan memaksakan diri melaut dengan mengandalkan armada tradisional.

Armada tradisional tidak kuat menahan kondisi cuaca tersebut dengan sewaktu-waktu terjadi perubahan kecepatan angin sehingga mempengaruhi tinggi gelombang.

Dia mengemukakan, imbauan kondisi cuaca juga disampaikan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sembilan kabupaten dan dua kota, termasuk para Bupati maupun Wali Kota.

Bila terjadi kondisi cuaca ekstrem, maka Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas 1 Ambon berwenang tidak memberikan izin berlayar, bahkan sekiranya dipandang perlu aktivitas pelayaran untuk sementara ditutup sambil menunggu laporan perkembangan cuaca terbaru.

"Para pengguna jasa transportasi juga hendaknya memaklumi bila terjadi penundaan dan keterlambatan jadwal keberangkatan kapal laut akibat faktor cuaca karena pertimbangan perlunya memprioritaskan keselamatan,"katanya. ***

Editor : B Sadono Priyo