logo

Jelang Perempatfinal, Ginting Pelajari Permainan Momota Lewat Video

Jelang Perempatfinal, Ginting Pelajari Permainan Momota Lewat Video

Foto: Dok PBSI
24 Januari 2019 18:44 WIB
Penulis : Markon Piliang

SuaraKarya.id -
JAKARTA: Partai yang paling dinanti pecinta bulutangkis akhirnya terjadi Daihatsu Indonesia Masters 2019. Pertemuan antara Anthony Sinisuka Ginting dan Kento Momota akan tersaji di babak perempat final Daihatsu Indonesia Masters 2019.

Anthony melaju ke babak perempat final usai mengalahkan Zhao Junpeng (China), dengan skor 21-15, 21-12. Sementara Momota menundukkan Hans-Kristian Vittinghus (Denmark) dengan skor 21-18, 22-20. 

“Secara keseluruhan, saya sudah percaya diri dengan cara mainnya, semalam sudah lihat video pertandingan lawan. Dari pertama saya sudah menekan lawan dan lawan tidak bisa keluar dari tekanan,” kata Anthony setelah pertandingan.

“Kalau ketemu Momota, disiapkan fokusnya, nanti malam lihat video pertandingan lagi dan diskusi dengan pelatih mengenai evaluasi penampilan hari ini dan persiapan untuk besok. Saya harus siap capek, siap susah, makin kesini lawannya makin susah, harus benar-benar siap, dengan sistem reli poin, kalau buat salah, langsung kehilangan poin,” ungkap Anthony.

Anthony kini menjadi salah satu pemain tunggal putra yang diperhitungkan, termasuk oleh Momota yang kini duduk di peringkat satu dunia. Rekor pertemuan sementara diungguli Momota dengan skor 5-3. 

“Tentunya senang sudah diperhitungkan sama lawan, sama negara lain, lebih jaga-jaga kalau ketemu saya, lebih pelajari permainan saya. Sama saja seperti saya kalau ketemu mereka, makin kesini persaingan semakin ketat, tapi saya tidak mau ini jadi tekanan, saya lebih mikir ke diri sendiri, apa yang harus ditambah,” jelasnya. 

Sebagai juara bertahan, Anthony juga tak ingin terbebani. 

“Dari sebelum turnamen ini mulai, saya ingat-ingat lagi tahun lalu apa yang membuat saya bisa main bagus. Saya coba nikmati pertandingan, tidak mau terlalu memikirkan harus menang, nanti pikirannya terlalu berat,” katanya. ***

Editor : Markon Piliang