logo

Banjir Dan Longsor, Korban Meninggal Di Gowa Bertambah Jadi 11 Orang Serta 17 Hilang

Banjir Dan Longsor, Korban Meninggal Di Gowa Bertambah Jadi 11 Orang Serta 17 Hilang

Banjir genangi 8 kabupaten di Sulawesi Selatan, Rabu (23/1/2018) (istimewa)
24 Januari 2019 06:44 WIB
Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - GOWA: Pemerintah Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan menyatakan jumlah korban meninggal dunia akibat banjir dan longsor bertambah menjadi 11 orang.

"Data anggota di lapangan, yang meninggal dunia itu 11 orang. Hari pertama musibah, Selasa 22 Januari itu lima orang karena banjir.  Rabu (23/1) enam korban ditemukan meninggal dunia karena longsor," ujar Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan di Gowa, Rabu (23/1/2019).

Ia mengatakan korban meninggal dunia yang berhasil didata oleh tim penanggulangan bencana di lapangan yakni, Daeng Sadda (65) warga Kecamatan Manuju, Lina (30) juga warga Kecamatan Manuju. 

Kemudian bocah perempuan Ulfa berumur tiga tahun, Sri Wahyuni (11) dan Acce (21) yang semuanya adalah warga Kecamatan Manuju, menjadi korban akibat longsor. 

Sedangkan lima korban sebelumnya yakni, bocah Akram Al Yusran (3), warga Pangkabinanga, Rizal Lisantrio (48) warga BTN Batara Mawang karena tersengat listrik, Sarifuddin Dg Baji, serta seorang bayi yang belum teridentifikasi. Kemudian dua korban longsor lainnya juga belum teridentifikasi. 

"Data yang masuk mengenai korban longsor ini sudah diperbaharui per pukul 21.00 WITA. Jadi ada 11 total warga kita yang meninggal dunia dan ada 17 orang lainnya yang masih dinyatakan hilang," katanya. 

Adapun 17 orang warga yang dinyatakan hilang di Desa Pattalikang, Kecamatan Manuju yakni, Mansyur (45), Lallo, Rahmatiah (45), Daeng Lobo, Yana (10), Nurjannah (33), Asni (35), Sukma (45), Nurhipayah (20), bocah satu tahun Sikran.

Kemudian pria paruh baya Daeng Bina (65), bocah satu tahun Rahul, Rapi (30), Basma (40), Bulan (15), Isra (30), dan Daeng Suji (40). Bupati mengatakan semua korban hilang ini adalah warga Kecamatan Manuju yang masih dicari oleh tim gabungan

Adnan menambahkan, dalam musibah itu, selain korban banjir dan longsor, empat sarana infrastruktur jembatan penghubung juga dinyatakan terputus. Satu di antaranya adalah jembatan Bongaya.

              Bantuan

Informasi sebelumnya, Akibat angin kencang dan hujan deras yang mengguyur delapan kabupaten/kota di Sulawesi Selatan sejak Selasa, 22 Januari 2019, hingga saat ini tercatat sembilan orang meninggal dunia dan 10 orang dinyatakan hilang dan ribuan warga mengungsi.

"Dari informasi yang dihimpun dari Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD) Sulsel di Crisis Media Center, kantor Pemprov Sulsel ini, ada enam orang meninggal di Kabupaten Gowa dan tiga orang meninggal di Kabupaten Maros," kata Kepala Biro Humas dan Protokol Pemprov Sulsel Deevo Khaddafi di Makassar, Rabu.

Sementara kabupaten/kota di Sulsel yang terkena dampak banjir, lanjut Deevo, terdapat delapan daerah yakni Kabupaten Gowa, Takalar, Jeneponto, Maros, Pangkep, Barru dan Kota Makassar.

Dalam memudahkan pendistribusian dan informasi satu pintu terkait bencana alam yang terjadi di Sulsel, Crisis Media Center dibuka mulai Rabu ini.

Khusus kerugian berupa kerusakan areal persawahan akibat banjir di Kabupaten Maros mencapai 8.332 hektare dan di Kabupaten Gowa seluas 3.973 hektare.

Sementara untuk membantu korban terdampak banjir dalam memenuhi kebutuhan konsumsinya, Deevo mengatakan, sesuai arahan Gubernur Sulsel HM Nurdin Abdullah maka Badan Urusan Logistik (Bulog) Sulsel telah menyalurkan sebanyak 20 ton beras kepada korban bencana.

Untuk lokasi pengungsian, masyarakat yang tersebar di delapan kabupaten/kota itu memanfaatkan tempat yang dinilai aman atau cukup tinggi seperti masjid, kampus dan kantor-kantor pemerintah.

Dari informasi yang dihimpun di lapangan, ketinggian air yang rata-rata setinggi lutut hingga dada orang dewasa di Kabupaten Maros belum surut, karena bersamaan dengan kondisi pasang air laut.***