logo

Panaskan Perselisihan Diplomatik, China Hukum Mati Pria Kanada

Panaskan Perselisihan Diplomatik, China Hukum Mati Pria Kanada

15 Januari 2019 02:33 WIB
Penulis : Gungde Ariwangsa SH

SuaraKarya.id - BEIJING: Sebuah pengadilan di CHina  menjatuhkan hukuman mati terhadap Robert Lloyd dari  Kanada karena penyelundupan narkoba. Keputusan ini makin memperburuk perselisihan diplomatik  kedua negara setelah sebelumnya Kanada menangkap Meng Wanzhou, seorang pejabat tinggi di raksasa telekomunikasi China Huawei, atas permintaan dari Amerika Serikat.

Schellenberg awalnya dijatuhi hukuman 15 tahun penjara pada 2018 tetapi setelah naik banding pengadilan mengatakan hukumannya terlalu ringan. Kanada mengutuk keputusan terakhir itu.

Perdana Menteri Justin Trudeau mengatakan: "Sangat mengkhawatirkan kami sebagai pemerintah, sebagaimana seharusnya bagi semua teman dan sekutu internasional kami, bahwa China telah memilih untuk mulai secara sewenang-wenang menerapkan hukuman mati, seperti dalam kasus ini menghadapi seorang Kanada . "

China marah dengan penangkapan Meng, 46, putri pendiri Huawei, dan kasus ini telah memburuk hubungannya dengan Kanada dan AS. Dia diberikan jaminan pada bulan Desember. China sejak itu menahan dua warga negara Kanada, menuduh mereka membahayakan keamanan nasional.

Schellenberg, yang diyakini berusia 36 tahun, ditangkap pada tahun 2014 dan dituduh berencana menyelundupkan ke China hampir 227kg metamfetamin. Dia dijatuhi hukuman 15 tahun penjara pada November 2018. Namun setelah naik banding, pengadilan tinggi di kota timur laut Dalian, Senin, menjatuhkan hukuman mati kepada warga negara Kanada itu. Pengadilan juga memutuskan bahwa semua aset keuangannya harus disita.

"Saya bukan penyelundup narkoba. Saya datang ke China sebagai turis," kata Schellenberg sebelum vonis diumumkan, kantor berita AFP melaporkan seperti dilansir bbc.com.

Dia memiliki 10 hari untuk naik banding.

China membantah telah menggunakan sistem hukumnya untuk menyandera sebagai chip tawar dalam kasus Huawei. Dia ditangkap di Vancouver pada 1 Desember, tetapi diberikan jaminan oleh pengadilan Kanada beberapa hari kemudian.

Seorang hakim di kota bagian barat Kanada memutuskan bahwa ia akan diawasi 24 jam sehari dan harus mengenakan gelang kaki elektronik. Meng dituduh di AS menggunakan anak perusahaan Huawei yang disebut Skycom untuk menghindari sanksi terhadap Iran antara 2009 dan 2014.

Presiden AS Donald Trump mengatakan dia bersedia melakukan intervensi dalam kasus ini. Penangkapan itu datang dengan latar belakang sengketa perdagangan yang semakin sengit antara AS dan China. ***