logo

16 Dokter Dikerahkan Operasi Perempuan Berbobot Ratusan Kilogram

16 Dokter Dikerahkan Operasi Perempuan Berbobot Ratusan Kilogram

Titi Wati (37), perempuan dengan berat badan 350 Kilogram ditandu petugas Pemadam Kebakaran dan Tanggap Bencana menuju RSUD Doris Sylvanus di Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Jumat (11/1/2019). Tim dokter akan mulai melakukan observasi dan koordinasi untuk tindakan medis atas perempuan penderita obesitas ekstrem tersebut. (Antara)
12 Januari 2019 20:41 WIB
Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - PALANGKA RAYA: Sebanyak 16 dokter dari berbagai ilmu kesehatan yang berasal dari Provinsi Kalimantan Tengah dan Bali, rencananya akan dikerahkan untuk mengoperasi Titi Wati (37), perempuan dengan bobot ratusan kilogram  di provinsi berjuluk Bumi Tambun Bungai-Bumi Pancasila itu.

"Dari 16 dokter yang dilibatkan nantinya itu enam orang dari Kota Denpasar, sedangkan sisanya dari RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya. Tim dokter untuk operasi tersebut telah dibentuk," kata Wakil Direktur RSUD dr Doris Sylvanus Palangka Raya Theodorus Sapta Atmadja, Sabtu (12/1/2019).

Meski telah terbentuk tim, namun sampai sekarang ini belum diketahui kapan operasi perempuan yang semula diperkirakan memiliki berat badan 350 kilogram, ternyata setelah dilakukan penimbangan oleh pihak rumah sakit setempat beratnya hanya 220 kilogram.

Perempuan yang memiliki seorang anak perempuan itu pada pukul 11.00 WIB menjalani pemeriksaan di ruang Instalasi Radiologi yang ada di rumah sakit. Selain melakukan penimbangan, tim dokter juga melakukan uji spidometri untuk melihat kapasitas jantung, torax foto, dan USG.

"Semua proses pemeriksaan pada hari ini berjalan baik, termasuk melakukan penimbangan dengan melepas tandu dan lain sebagainya, setelah kami timbang berat ibu Titi 220 kilogram," kata Thoe.

Dijelaskan Thoe, setelah menjalani proses tersebut tidak menutup kemungkinan dalam waktu dekat ini yang bersangkutan akan segera menjalani proses operasi.

Untuk kondisi perempuan tergemuk di Kalteng itu, sampai saat ini terus membaik bahkan semangat dia untuk menjalani proses operasi juga ada dan merasa tidak takut.

"Sebanyak enam orang tim dokter yang dari Bali apabila semuanya sudah siap, mereka akan langsung datang dan siap untuk melakukan pembedahan atau operasi mengenai permasalahan yang dialami perempuan berumur 37 tahun tersebut," katanya seperti dikutip Antara

Kemudian tim dokter yang menangani perempuan yang kini viral di media sosial serta televisi nasional tersebut, akan ditangani oleh dokter yang memiliki keahlian dari berbagai bidang. Hal tersebut guna mengantisipasi terjadinya komplikasi serta lain sebagainya yang akan terjadi pada pasien.

Dia menerangkan tim dokter sebelum melakukan operasi akan memeriksa fungsi saraf, ginjal, dan hati Titi selain memeriksa profil lemak dan kondisi tubuh perempuan yang sudah enam tahun lebih tak bisa lagi berjalan itu.

"Itulah yang harus kita lakukan sebelum dilakukan operasi. Kami berharap tidak ada kontra indikasi mutlak atau gejala penyakit yang menyebabkan dibatalkannya operasi," kata Theodorus.

Dia menambahkan proses persiapan penanganan medis dan operasi Titi bisa berlangsung lima sampai tujuh hari.

"Tapi nanti jangan berprasangka habis keluar dari rumah sakit berat badan akan langsung turun. Kita berharap tindakan operasi lambung ini akan menurunkan berat badan, selama sebulan turun 15-20 kilogram. Operasi lambung, volume lambung akan berkurang 50 persen," kata Theodorus.

Di lain pihak, Yanto kakak kandung Titi Wati mengatakan pihak keluarga sempat sepakat tidak mau melakukan operasi yang ditawarkan oleh pihak rumah sakit yang dibiayai oleh pemerintah di daerah itu.

"Takutnya setelah operasi tersebut ada terjadi hal-hal lainnya, makanya keluarga sempat tidak mau menerima tawaran itu," ucap Yanto.

Evakuasi Dua Jam

Titi sudah dibawa ke RSUD Doris Sylvanus dari rumahnya di Jalan G. Obos 25, Kota Palangka Raya, Jumat (11/1/2019).

Proses untuk mengeluarkan Titi dari rumahnya menuju mobil saja membutuhkan waktu satu jam.

Dia sudah tidak mampu berjalan, sehingga harus dibawa menggunakan tandu. Dua puluh petugas Pemadam Kebakaran dan Taruna Siaga Bencana secara estafet mengeluarkan dia dari rumahnya, melalui dua jendela yang dijebol untuk jalur evakuasi.

Anggota keluarga Titi, Yanto, bersyukur pemerintah memberikan perhatian kepada saudaranya yang mengalami masalah karena obesitas.

"Kami sekeluarga mengucapkan terima kasih atas bantuan pemerintah dan seluruh pihak yang telah membantu keluarga kami. Mudah-mudahan semua berjalan lancar dan Beliau bisa beraktivitas normal kembali," kata Yanto. ***