logo

Mentan Amran Canangkan Gerakan Makan Telur

Mentan Amran Canangkan Gerakan Makan Telur

Mentan Amran Sulaiman mencanangkan gerakan makan telur ayam di Tasikmalaya. (Dok. Kementan)
12 Januari 2019 10:09 WIB
Penulis : Laksito Adi Darmono

SuaraKarya.id - TASIKMALAYA: Bantuan Ayam Kampung Petelur Unggul dari Kementerian Pertanian (Kementan) untuk Rumah Tangga Miskin (RTM) di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, mulai menunjukkan hasilnya. 

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman, Jumat (11/1/2019) mengunjungi Desa Kiara Kiarajangkung, Kec. Sukahening, Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat, sempat mencicipi telur hasil ayam kampung unggul bantuan Pemerintah. 

Karena sudah menunjukkan hasil, Menteri Amran sekaligus mengkampanyekan Gerakan Makan Telur Ayam, sebagai upaya peningkatan asupan gizi RTM khususnya di Tasikmalaya.

Ratusan siswa siswi Sekolah Dasar dan santri dari beberapa Pondok Pesantren di sekitar lokasi, ikut mencicipi telur hasil panen ayam kampung bantuan yang merupakan bagian dari program Bedah Keluarga Rakyat Sejahtera (BEKERJA). 

"Kami datang untuk memastikan bantuan 6 bulan lalu apakah sudah ada hasilnya. Ternyata alhamdulillah. Karena sudah menunjukkan hasil, bantuan kami tambah 2 juta ekor tahun ini. Sehingga pendapatan masyarakat miskin bisa meningkat," ujar Amran di hadapan warga yang hadir, termasuk RTM, para penyuluh, kelompok tani, Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dan santri. 

Amran menambahkan, bantuan ini merupakan perintah Presiden Jokowi sebagai program pengentasan kemiskinan Pemerintah. Program bantuan sudah berjalan 4 tahun. 

"Dan ini (2019) adalah tahun kelima Pemerintah menyalurkan bantuan pertanian. Khusus untuk Jawa barat saja berkisar Rp 8-10 triliun," tegas Amran. 

 

Harapan Peternak 

Peternak RTM di Kampung Cipalegor, Desa Kiara Jangkung, Kec. Sukahening mengaku sangat merasakan manfaat bantuan Ayam Kampung Petelur Unggul Pemerintah. 

Adang Suparno, salah satu penerima bantuan dari kampung Cipalegor Desa Kiara Jangkung, Kec. Sukahening meyakini, ayam bantuan akan meningkatkan taraf hidup dengan pemberdayaan sumberdaya lokal. 

"Sangat membantu sekali. Ayam yang diberikan enam bulan lalu, empat bulan kemudian sudah mulai bertelur. Pada waktu bertelur berikutnya kami akan usahakan agar bisa ditetaskan," ujar Adang. 

Dalam kunjungan kerjanya, Mentan Amran sekaligus menyerahkan bantuan berupa mesin tetas sejumlah 96 unit kepada 48 Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kab. Tasikmalaya. Kementan ingin memastikan usaha pengembangan program Bekerja Ayam Kampung Petelur Unggul berkelanjutan. 

Untuk diketahui bantuan hampir 600 ribu ekor ayam program Bekerja di Tasikmalaya, diberikan kepada 11 ribu lebih RTM. Pemerintah memroyeksikan akan bermunculan desa-desa Mandiri Bibit Ayam Kampung Unggul. 

Setiap RTM menerima 50 ekor ayam yang dilengkapi dengan kandang sederhana, pakan untuk pemeliharaan selama 6 bulan, pelayanan vaksin dan obat hewan, serta pendampingan secara intensif (Bimbingan Teknis-Bimtek, dan pelatihan Training of Trainer-ToT).

Selain ayam ternak, bantuan juga diberikan untuk komoditas hortikultura dan perkebunan. Di antaranya: Sarana produksi manggis meliputi bibit, pupuk organik, pupuk NPK, dan pupuk hayati; Sarana produksi pepaya meliputi bibit pepaya dan pupuk organik; Sarana produksi jagung manis meliputi benih, pupuk organik, dan pupuk hayati; Sarana produksi kacang panjang meliputi benih, pupuk organik dan pupuk hayati.

Juga bibit kopi Arabica; Sarana alat mesin pertanian meliputi cultivator, handspray, rotary, traktor roda 2, traktor roda 4, dan pompa air. ***