logo

Roem: Jadikan Budaya Gotong Royong, Roh Berpolitik Bermartabat

Roem: Jadikan Budaya Gotong Royong, Roh Berpolitik Bermartabat

10 Januari 2019 23:32 WIB
Penulis : AG. Sofyan

SuaraKarya.id - JAKARTA: Politisi Golkar Roem Kono tak menginginkan tiga bulan jelang Pemilu serentak 2019 justru terganggu karena praktik propaganda memenangkan pasangan calon presiden yang berlebihan dengan cara yang tidak etis dan patut.

Roem Kono yang juga Ketua Umum DPP Ormas MKGR, salah satu ormas pendiri Golkar ini menanggapi cara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang tidak elegan dan mendidik. Hal ini justru menambah keburukan perpolitikan Indonesia.

Parpol yang mengawali debut perdananya dalam kontestasi pemilu 2019 ini beberapa waktu lalu telah menggelar hajatan politik dengan memberikan penghargaan "Kebohongan Award" kepada tiga tokoh yakni Prabowo Subianto, Sandiaga Uno dan Andi Arief. Ketiga tokoh ini dinilai oleh partai besutan Grace Natalie sebagai tokoh "pembuat" kebohongan.

"Saya kira, kita jangan menambah-nambah, jangan mengada-ada, sesuatu yang tidak perlu harus dilakukan," ujar legislator Senayan Dapil Gorontalo ini di Komplek Parlemen, Senayan, Rabu (10/1/2019)

Wakil Ketua Komisi IV DPR ini menyarankan pihak-pihak yang dirugikan lebih baik menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian yang lebih berhak, jika ada kasus hoaks yang bisa berujung pidana.

"Saya kira lebih baik serahkan ke pihak yang berwajib yang lebih tepat menanganinya,"jelas Roem.

Sebagai politisi yang didik dengan menjunjung nilai moral Pancasila, salah satu tokoh inisiator pembentukan Provinsi Gorontalo ini meminta para politisi dan pendukung paslon akan lebih baik jika mencari cara menyelesaikan persoalan dan bukan menambah persoalan yang justru kontraproduktif.

Roem menegaskan bahwa budaya gotong-royong seharusnya menjadi soul yang harus tetap dijaga dalam menghadapi persoalan kebangsaan.

"Kita kembali ke nilai-nilai Pancasila saja dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Jangan seperti negara yang sudah bebas tidak bertanggung jawab. Para politikus harus memberikan pendidikan politik yang bermartabat dan beradab dengan mengedepankan musyawarah gotong royong," tegasnya.

Legislator Senayan dua periode ini mengimbau semua pihak untuk menahan diri agar keharmonisan suatu bangsa tetap terjaga.

"Saya kira penting keharmonisan bangsa kita harus terjaga dengan baik. Karena itu menjadi syarat mutlak meneguhkan NKRI dan memastikan pelaksanaan demokratisasi tanpa anarki,"jelas Roem yang akan berlaga lagi dalam Pileg 2019, DPR RI dari Dapil Gorontalo ini*** ,

Editor : Yon Parjiyono