logo

"Imeko" Tiga Suku Asli Papua, Dalam Ritual Meminang Calon Istri

10 Januari 2019 15:19 WIB
Penulis : Yacob Nauly

SuaraKarya.id - SORONG:Ada  tiga suku di Kabupaten Sorong Selatan, Papua Barat  yang digabung dalam satu suku  kata “Imeko”. Gabungan suku-suku tersebut  yaitu  Inanwatan, Metemani dan Kokoda.

Kelompok  Imeko ini dalam menggelar  pesta nikah atau meminang  istri selalu mengedepankan aspek pemerintah, agama dan adat.

Hal itu terlihat hari ini, Kamis 10/1/2019, seorang wartawan, bernama Mikhael.B.Kabuare,S.Sos, warga putra asli Papua, Kampung Sigare,Inanwatan, Kabupaten Sorong Selatan,Papua Barat, meminang  pujaan hatinya, Desy Foryanti Situmorang,S.J.P  dari suku Batak (Sumut) secara adat.

Ritual  Adat Imeko  dikumandangkan  menuju keluarga perempuan, digelar hikmat. Keluarga sang pria lengkap dengan  sanak keluarga maju dengan tiga pilar. Yaitu pemerintah (bendera Merah Putih), pihak agama dan adat.

Tokoh Adat Imeko, Yacob Yan  Buraray, menjelaskan, bagi  orang Imeko, gelar adat meminang perempuan, itu harus lengkap dari tiga aspek. Yaitu, unsur pemerintahan (dilambangkan dengan Bendera Merah Putih), Agama, dan Adat.

“Jadi dalam  ritual itu harus dilengkapi dengan tiga unsur tersebut dimaksudkan agar  calon suami istri itu diberikan berkat dunia dan akhirat. Mereka memiliki keturunan yang cinta kepada bangsa, negara, agama dan adat,”kata Buraray.

Mengenai lagu-lagu adat yang  dinyanyikan diiringi tifa, menurutnya itu merupakan ritual adat yang harus dijalankan oleh warga Imeko.

Lagu-lagu yang dinyanyikan dalam bahasa asli Imeko  tersebut pada prinsipnya adalah pujian dalam bentuk lagu kepada  pejuang  yang memenangkan peperangan melawan musuh-musuhnya. Atau, disebut  lagu-lagu “Hongi”.

Dikatakan, lagu-lagu kemenangan itu dikumandangkan karena anak laki-laki mereka berhasil menyunting anak gadis orang seberang menjadi warga Imeko. “Ini adalah sebuah kemenangan yang diperoleh di bidang  kuantitas penduduk Imeko,”kata Buraray. ***

Editor : Yon Parjiyono