logo

Warga Sanger Yang Dilaporkan Terseret Ombak Di Manokwari Belum Ditemukan

Warga Sanger Yang Dilaporkan Terseret Ombak Di Manokwari Belum Ditemukan

Pencarian warga Sanger yang hilang di Teluk Bentuni
03 Januari 2019 21:41 WIB
Penulis : Yacob Nauly

SuaraKarya.id - MANOKWARI:Hangga hari ketujuh proses pencarian warga asal Sanger, Sulawesi Utara, yang dilaporkan hilang akibat terseret arus di perairan Masni Manokwari, Papua Barat pada Jumat (28/12/2018) pekan lalu hingga kini  belum berhasil ditemukan.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Manokwari Goerge Leo Mercy Randang di Manokwari, Kamis (3/1/2019), seperti dilansir Antara, menyatakan, masa pencarian korban sudah dihentikan. Meskipun demikian, proses pemantauan wilayah perairan akan terus dilakukan.

"Kami bersama seluruh potensi SAR (Search and Rescue) sudah berusaha selama tujuh hari berturut-turut sejak laporan masuk. Pencarian kami lakukan dengan melakukan penyelaman dan penyisiran permukaan, namun hingga hari terakhir ini kami belum berhasil menemukan," kata dia.

Terkait peristiwa ini, pihaknya sudah menyebar informasi kepada warga di wilayah pesisir. Ia berharap jika ada warga yang menemukan korban segera menyampaikan informasi kepada Kantor Sarnas.

"Mudah-mudahan setelah pencarian selesai korban bisa ditemukan, entah warga atau siapapun. Sehingga keluarganya tenang," katanya lagi.

Korban dalam peristiwa ini diketahui bernama Maxi Kasi, warga asal Sanger Sulawesi Utara yang tinggal Kampung Yensum, Distrik Masni Manokwari. Pada Jumat pekan lalu, Maxi bersama seorang rekanya diketahui mencari ikan dengan cara menyelam di pantai Yensum.

Naas, cuaca saat itu sedang tidak bersahabat. Maxi terseret arus hingga tidak bisa menyelamatkan diri dan dinyatakan hilang.

Beberapa bulan belakangan, kasus kecelakaan dan hilang di wilayah kerja Basarnas Manokwari meningkat. Sebelumya, kasus serupa terjadi di Muara Andai Manokwari, wilayah perairan Teluk Bintuni, Perairan Pulau Mansinam Manokwari dan Taman Nasional Teluk Cenderawasih.

Di Teluk Bintuni satu personil Polri menjadi korban kecelakaan laut. Perahu yang ditumpangi tenggelam karena tidak mampu menahan arus air laut saat itu.

"Saat ini cuaca sedang tidak menentu, kami mengimbau warga berhati-hati saat melakukan aktivitas di laut. Kalau cuaca tidak memungkinkan sebaiknya menunda hingga cuaca membaik," katanya. ***

Editor : B Sadono Priyo