logo

Muktamar IMSA Ajang Silaturahim Kaum Muslim Di Amerika Serikat

Muktamar IMSA Ajang Silaturahim Kaum Muslim Di Amerika Serikat

Wakil ketua Persatuan Ulama Dunia Salim Segaf Aljufri. (foto,ist)
28 Desember 2018 22:02 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - NEW JERSEY USA: Sedikitnya 1100 masyarakat muslim Indonesia dari berbagai penjuru di Amerika Serikat bertemu, dalam agenda tahunan Muktamar Indonesian Muslim Society in America (IMSA) 2018, di New Jersey, Kamis (27/12/2018).

Dalam sesi pembukaan tampil sebagai pembicara Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat Budi Bowoleksono, yang diawali ucapan sambutan (welcoming remark) oleh Presiden IMSA Syafrin Murdas. Sementara sambutan penutup (closing remark) sekaligus tausiyah disampaikan oleh ulama Indonesia Habib Salim Segaf Aljufri.

Pada kesempatan itu, Syafrin Murdas mengemukakan, IMSA berdiri sejak tahun 1998 dan Muktamar IMSA selalu menjadi ajang silaturahim muslim tahunan, yang ditunggu-tunggu oleh masyarakat muslim Indonesia di AS. Momen ini sekaligus untuk mengokohkan identitas keislaman dan karakter budaya Indonesia.

Betapa pun jauh dari Tanah Air tapi diaspora di Amerika tetap cinta terhadap Indonesia. Lebih dari itu, melalui perannya di AS, para diaspora juga aktif berkontribusi bagi masyarakat Amerika. Khususnya, dalam menyebarkan ajaran Islam yang rahmatan lil alamin.

Terkait kegiatan tersebut, Duta Besar Budi Bowoleksono menyatakan, sangat mengapresiasi penyelenggaraan Muktamar IMSA. Baginya ini tahun terakhir beliau hadir di muktamar, karena penugasannya akan selesai awal tahun depan.

Selain menjadi ajang silaturahim, momen ini dapat dimanfaatkan untuk mengupdate informasi dan kepedulian terhadap peristiwa di Tanah Air. Di sisi lain, Duta Besar Indonesia untuk Amerika Serikat ini juga berpesan, di tahun politik seperti saat ini kerap terjadi perbedaan pilihan.

"Hal itu wajar saja, tapi jangan sampai perbedaan politik-ekonomi yang hanya sesaat mengalahkan kepentingan bangsa dan negara yang lebih besar," tutur dia.

Di bagian lain, Habib Salim Segaf Aljufri, dalam kapasitas sebagai ulama Indonesia dan Wakil Ketua Persatuan Ulama Dunia, dalam closing remark dan tausiyah kepada para peserta menyatakan, di antara nikmat terbesar yang diberikan Allah adalah menjadi seorang muslim.

"Maka kita harus bangga menjadi muslim. Isyhaduu bi annana muslimun! Karena itu tema Muktamar IMSA ini sangat tepat yaitu mengokohkan "our identity," tutur dia.

Dijelaskan Salim Segaf, seorang muslim dapat menjadi pribadi yang diterima dan dicintai di tengah-tengah bangsa plural seperti Amerika Serikat. Sehingga, pada gilirannya Islam benar-benar menjadi agama rahmat bagi dunia.

"Islam itu pada akhirnya tercermin dalam akhlak kita. Maka, untuk dapat dicintai masyarakat kita harus menampilkan akhlak yang baik. Perbanyak senyum pada orang lain, teruslah berbuat bagi kepada tetangga, dan banyak-banyak ucapkan terima kasih," ungkap Salim Segaf.

Menurut dia, jangan balas kebencian dengan kebencian. Jangan balas keburukan dengan keburukan. Tapi sebaliknya, balas kebencian dan keburukan dengan kebaikan. "Itulah akhlak Islam," ujarnya.

Editor : Gungde Ariwangsa SH