logo

Dua Desa di Jatim Raih Penghargaan BPJS Ketenagakerjaan Tingkat Nasional

Dua Desa di Jatim Raih Penghargaan BPJS Ketenagakerjaan Tingkat Nasional

istimewa
06 Desember 2018 15:33 WIB
Penulis : Andira

SuaraKarya.id - SURABAYA: Dua desa di Jawa Timur meraih penghargaan sebagai Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan dan Desa Diseminasi Terbaik Tingkat Nasional. Keberhasilan dua desa di wilayah pelosok itu membuktikan keseriusan pemerintah dalam membangun dan mensejahterakan masyarakat dari pinggiran.

Menurut Deputi Direktur Wilayah Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Jatim, Dodo Suharto, kedua desa itu masing-masing Desa Karanglo Kabupaten Tuban sebagai Desa Terbaik II dan Desa Catakgayam Kabupaten Jombang sebagai Desa Terbaik Nasional. "Keduanya berhasil menyisihkan 201 desa yang ikut dalam kompetisi tersebut," ujarnya, Kamis (6/12/2018).

Penghargaan itu sengaja digelar sebagai bentuk apresiasi BPJS Ketenagakerjaan kepada pemerintah daerah dan pemerintah desa. Mereka terbukti telah memberikan dukungan dan komitmennya terhadap penyelenggaraan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.

Penilaian penghargaan itu, kata Dodo, didasarkan pada aspek diseminasi,  regulasi, inisiatif dan aspek coverage yang telah dilakukan. Masing-masing pemerintah daerah dan pemerintah desa itu sudah masuk dalam program desa sadar jaminan sosial Ketenagakerjaan.

Program Desa Sadar Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, kata dia, merupakan program strategis institusinya dalam rangka memberikan informasi dan edukasi kepada publik. Pihaknya berharap bisa  ikut membantu meningkatkan kesejahteraan warga desa.

Dalam event ini, pihaknya menawarkan program Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Hari Tua, Jaminan Pensiun dan Jaminan Kematian. "Kami berharap semakin banyak masyarakat terutama yang tinggal di pedesaan, terlindungi oleh jaminan sosial ketenagakerjaan," ujarnya.

Hingga saat ini, jumlah peserta BPJS Ketenagakerjaan Jatim sudah mencapai 3,8 juta orang. Angka itu diklaim telah naik 20 persen dibanding tahun lalu.

Sementara jumlah perusahaan yang sudah bergabung mencapai 68 ribu lebih perusahaan. Jumlah itu juga naik 18 persen dibanding tahun lalu.

Pihaknya optimis, angka kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di Jatim masih bisa tumbuh sekitar 20-25 persen tahun depan. "Pertumbuhan ekonomi Jatim saya lihat terus meningkat, itu pertimbangan kami bahwa kepesertaan kami otomatis juga akan meningkat," ujarnya.***

 

Editor : B Sadono Priyo