logo

Satpol PP DKI Gencar Sosialisasikan Perda Tibum Di Lima Wilayah Kota

Satpol PP DKI  Gencar Sosialisasikan Perda Tibum Di Lima Wilayah Kota

Plt Kasatpol PP DKI Kusmanto
05 Desember 2018 21:44 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Maraknya pelanggaran ketertiban umum (Tibum) yang dilakukan oknum masyarakat di lima wilayah kota menjadi alasan bagi Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta gencar menggelar sosialisasi terpadu Peraturan Daerah (Perda).

Plt Kasatpol PP DKI Jakarta, Kusmanto mengatakan, sebagai langkah pengawasan dan sosialisasi Perda No 8 Tahun 2007 tentang Ketertiban Umum (Tibum).

Perda ini berisi soal ketaatan membuang sampah dan pengenalan kawasan bebas asap rokok yang juga tertuang pada Peraturan Gubernur (Pergub) No 50 tahun 2012 tentang Pedoman Pelaksanaan, Pembinaan, Pengawasan dan Penegakan Hukum Kawasan Dilarang Merokok.

"Soal larangan membuang sampah dan larangan merokok itu sebenarnya masyarakat sudah tahu daerah kawasan mall dilarang merokok. Pasal, Pergub ini sudah lama diundangkan, tinggal kita pengawasan saja, dilakukan secara terpadu di lima wilayah kota," kata Kusmanto, Rabu (5/12/2018).

Dia menjelaskan mekanisme pengawasan dan sosialisasi yang dilakukan hari ini, dengan cara mendatangi langsung pedagang dan pengunjung mall, pasar san tempat-tempat umum lainnya, sehingga kita tinggal dmemberikan pengarahan saja.

. "Kita mengundang, para pelaku UKM, KPKP melihat juga prodak-prodak yang menggunakan bahan yang dilarang, apakah menggunakan formalin, ini juga masuk di Perda Ketertipan Umum, operasinya terpadu, kemudian soal kawasan bebas rokok," ucap Kusmanto.

Dia menambahkan, pengawasan terpadu hari ini juga melibatkan Pedagang Kaki Lima dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial.

Menurutnya persoalan itu juga masuk dalam Perda Tibum.

"Masuk semua kita sampaikan di 5 titik wilayah, seperti mall, pasar, tempat fasilitas publik. Kalau khusus larangan merokok, pada dasarnya perokok sendiri sudah mengetahui kok, masa di swalayan ber-AC, boleh merokok, kan nggak boleh," katanya menambahkan.

Editor : Yon Parjiyono