logo

Gawat! Di Era Reformasi, Massa 212 Bisa Disikat Pihak Keamanan Dengan Alasan Subversif

Gawat! Di Era Reformasi, Massa 212 Bisa Disikat Pihak Keamanan Dengan Alasan Subversif

02 Desember 2018 02:43 WIB
Penulis : Gungde Ariwangsa SH

SuaraKarya.id - JAKARTA: Di era reformasi saat pemerintahan dipimpin Presiden Joko Widodo alasan subversif kembali muncul untuk menindak massa. Alasan inilah yang dipakai pihak keamanan untuk menyikat massa yang hadir dalam aksi damai Reuni 212 bila meneriakan yel-yel “Turunkan Jokowi!!”

Staf Ahli Menko Polhukam, Sri Yunanto mengatakan, ketika ada yel-yel turunkan Jokowi maka hal tersebut dianggap subversif dan pihak keamanan dapat menindak. "Kalau anda menyanyikan 'turunkan Jokowi sekarang juga' apa itu tidak subversif? Itu subversif," katanya, Sabtu (1/12/2018).

Lanjutnya, seperti dilaporkan Warta Ekonomi.co.id, dia  mengatakan pihak keamanan akan menjalankan penegakan hukum bilamana hal tersebut terjadi. "Ya semuanya kita serahkan kepada institusi operasional (Polri dan TNI )," ujarnya.

Seperti diketahui, Alumni Aksi Bela Islam 212 akan menggekar acara Reuni 212 di kawasan Monas, Jakarta pada 2 Desember 2018. Sri Yunanto berharap massa Reuni Akbar 212 ikut menjaga kemurnian acara yang bertujuan untuk memperkuat ukhuwah islamiyah.

Padati Monas

Sementara itu, Massa Reuni 212 mulai memadati sekitaran lokasi acara di lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (1/12/2018) malam, bahkan beberapa di antaranya ada yang membawa seluruh anggota keluarganya.

Seperti Hendra, seorang warga Bogor yang membawa istri dan dua anaknya, Syabil (6) dan Syafiq (4) di tengah ribuan orang yang mulai memadati kawasan silang Monas.

Hendra dan istrinya, Anita, yang mengaku datang sejak pukul 08:00 WIB menggunakan sepeda motor, membawa anak-anaknya sebagai bahan edukasi akan kegiatan yang menurutnya menjadi sejarah ini.

"Kami akan menginap di sini, kami dirikan tenda buat anak-anak dan bawakan peralatannya agar mereka nyaman. Ini agar mereka teredukasi juga," kata Hendra ditemui di bilangan jalan Haji Agus Salim.

Dengan membawa keluarganya, Hendra berharap acara Reuni 212 ini menunjukan umat Islam yang membawa pesan damai dan persatuan. "Harapannya kami mau kasih tahu bahwa Islam Rahmatan Lil Alamin," katanya.

Dari pantauan Antara di lokasi, massa baik yang berjalan kaki maupun membawa kendaraan, berkumpul di berbagai titik di sekeliling luar lapangan Monas mulai dari sisi Utara, Barat hingga Selatan dengan mendirikan tenda-tenda untuk tempat beristirahat menunggu waktu dimulainya acara mulai pukul 03:00 WIB.

Di beberapa titik, terlihat massa reuni banyak yang memarkirkan kendaraannya di pinggir jalan pagar Monas yang memang tidak diperkenankan sebagai lahan parkir.

"Kepada para peserta yang datang. Jangan parkir di pinggir jalan, silahkan bapak dan ibu parkir di IRTI atau parkiran di Stasiun Gambir," ujar pengeras suara mobil patroli polisi di Jalan Medan Merdeka Selatan.

Beberapa peserta massa aksi juga terpantau di dalam kawasan Monas, namun mereka diminta keluar oleh pihak pengelola kawasan karena waktu kunjungan telah habis.

"Perhatian pada pengunjung dan peserta Reuni 212, karena jam kunjungan sudah berakhir kami harap pengunjung dan peserta reuni meningalkan area dan bisa masuk kembali pukul 02:00 WIB. Atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih," ucap pengeras suara di kawasan Monas. ***

Editor : Gungde Ariwangsa SH