logo

LIPI - UNESCO Tekankan Pentingnya Ketersediaan dan Kualitas Sumber Air bersih

LIPI -  UNESCO Tekankan Pentingnya Ketersediaan dan Kualitas Sumber Air bersih

Kepala LIPI Laksana Tri Handoko (tengah) dan Hydrological Program International Initiative on Water Quality (IIWQ) UNESCO International Sarantuya Zandaryaa (palung kanan). (foto, ones)
01 Desember 2018 19:59 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) bekerja sama dengan UNESCO’s International Initiative on Water Quality (IIWQ), the Asia Pacific Centre for Ecohydrology (APCE, under the Auspice of Unesco), and the UNESCO Office Jakarta, dalam UNESCO Asia And The Pacific Regional Training Workshop On Water Quality And Emerging Pollutants, di Jakarta, Selasa (27/11/2018) menekankan pentingnya kualitas air bersih bagi kehidupan manusia.

Ketersediaan air bersih bisa mempengaruhi kesejahteraan manusia, mata pencaharian dan lingkungan yang sehat. Karenanya, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan ketersediaan air bersih masuk dalam Sustainable Development Goals (SDGs).

Artinya, saat ini kebutuhan air bersih dari sumber yang berkualitas sangat mendesak. Alhasil, kebutuhan melindungi kualitas sumberdaya air menjadi salah satu fokus masyarakat dunia.

Pada kesempatan itu, Kepala LIPI Laksana Tri Handoko mengakui, persoalan air bersih sampai saat ini, masih menjadi persoalan pelik di seluruh provinsi. Banyaknya persoalan itu, ujarnya, berkaitan dengan banyak hal dan sangat kompleks.

Karenanya, dia menyatakan, perlu keterlibatan banyak pihak, termasuk masyarakat, untuk bisa memetakan persoalan air bersih. “Di Indonesia ini, kita harus introspeksi,” ucapnya.

Dengan kompleksitas masalah yang ada, disebutkan Handoko, membuat penyelesaian persoalan air bersih tidak bisa cepat. Harus secara bertahap dengan melibatkan ilmu pengetahuan dan masyarakat secara bersama.

"Apalagi, persoalan air bersih di Indonesia, berkaitan juga dengan perilaku bangsa, yang masih masuk kelompok negara berkembang," sahutnya.

Setahun lalu, LIPI sudah menetapkan standar kualitas air bersih yang disebut metrologi air. Metode tersebut digunakan untuk mengetahui kelayakan air, bagi konsumsi, penyebab air tercemar, serta efektifitas sistem pengolahan air.

Hydrological Program International Initiative on Water Quality (IIWQ) UNESCO International Sarantuya Zandaryaa saat membuka acara tersebut menyatakan, Indonesia menjadi satu dari banyak negara di dunia yang sedang menghadapi persoalan air bersih.

Persoalan tersebut, kini semakin memuncak, karena sumberdaya air juga terus berkurang. Untuk itu, perlu ada upaya bersama guna memecahkan persoalan itu. Agar tidak memengaruhi kehidupan masyarakat dunia.

Persoalan air bersih, ujarnya, akan berdampak signifikan pada kehidupan manusia. Untuk itu, harus dipecahkan bersama, karena ini menyangkut dengan kehidupan manusia secara umum.

Editor : Gungde Ariwangsa SH