logo

Destinasi Digital Peken Nusantara Membuat Bali Semakin Berwarna 

Destinasi Digital Peken Nusantara Membuat Bali Semakin Berwarna 

18 November 2018 00:14 WIB
Penulis : Syamsudin Walad

SuaraKarya.id - DENPASAR: Dalam memperkenalkan kazanah kuliner nusantara dan beragam kesenian masyarakat lainnya untuk mendukung sektor kepariwisataan Generasi Pesona Indonesia (Genpi) Bali menggelar Pasar Peken Nusantara di Tukad Bindu, Banjar Ujung Desa Kesiman Denpasar Bali.

Pada kegiatan yang berlangsung Minggu 18 November 2018, sekaligus dilakukan lauching "Peken Nusantara" yang sedianya akan dilaksanakan secara rutin di sejumlah tempat di Pulau Dewata.

Ketua Panitia atau Juragan Peken Nusantara, Diajeng vayantri Dewi Divianta mengungkapkan, gagasan mengggelar kegiatan tersebut, didasari keinginan gerenasi kaum millenial yang berhimpun di Genpi Bali, untuk mendorong potensi dan kekayaan sumber daya lokal untuk mendukung pariwisa.

"Intinya, kami ingin menciptakan pasar-pasar dan destinasi baru di masyarakat yang mendukung sektor pariwisata," terang Dewi dalam perbincangan di sela persiapan kegiatan.

Karenanya, setelah mendapat lampu hijau dari Kementerian Pariwisata, Genpi Bali bergerak dengan mengkonsolidasikan semua elemen masyarakat termasuk para mahasiswa untuk menggelar ' Peken Nusantara".

Sesuai namanya, kegiatan ini, ingin menghadirkan pasar yang menyediakan aneka macam kebutuhan masyarakat seperti kuliner, kerajinan dan produk-produk lainnya yang bisa menopang pariwisata daerah.

Menariknya, untuk memperkuat kesan seperti suasana tempo dulu, selain penjaga stand berpakaian adat, pengunjung dalam melakukan transaksi, menggunakan uang kepeng atau logam dengan nilai nominal yang telah ditentukan sesuai besarannya.

Pengujung bisa menukarkan, uangnya dengan uang koin itu di tempat atau kasir yang telah disiapkan di salah satu destinasi baru di tengah Kota Denpasar yang berhawa sejuk, dengan landskap sungai yang indah dperkaya koleksi satwa maupun tanaman serta pepohonan rindang itu.

 
Sementara, kuliner yang ditampilkan, mewakili beberapa khas atau unggulan yang ada di daerah-daerah di Tanah Air seperti nasi gudeg, nasi padang, makanan dan jajanan khas lainnya termasuk kuliner Bali yang dikenal memiliki rasa khas dan disukai wisatawan.

Dengan menampilkan keunggulan potensi masakan khas daerah masing-masing dalam satu kegiatan yang berlangsung selama sehari mulai pukul 08.00 sampai selesai itu, semakin banyak masyarakat yang mengetahuinya sehingga makin dikenal oleh wisatawan hingga mancanegara.

Harapannya, melalui kegiatan Peken Nusantara ini, bisa mengangkat potensi lokal seperti beragam kuliner dan jajanan khas lainnya maupun produk-produk khas lainnya sehingga bisa menggerakkan ekonomi masyarakat khususnya UKM.


Acara Peken Nusantara, selain diisi stand-stand kuliner, pengunjung yang masuk ke Tukad Bindu, dengan tidak dipungut biaya itu, akan mendapat suguhan hiburan pesta kesenian tradisional dan lagu-lagu Bali.

Tak kalah semarakknya, juga acara diisi berbagai lomba permainan tradisional maupun lomba mewarnai atau menggambar serta foto instgram. Bagi pengunjung juga disiapkan hadiah menarik bagi yang berpartisipasi di booth instagram.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Mantra Dharmawijaya yang lanhsung menyambut baik digelarnya Peken Nusantara, untuk menggairahkan usaha kuliner khas dan industri kreatif di Kota Denpasar

Demikian juga dukungan dari tokoh Masyarakat Kesiman, Gung Nik yang menyatakan apresiasinya atas rencana kegiatan Peken Nusantara yang dipusatkan di Tukad Bindu yang sempat dikunjungi para delegasi berbagai negara saat perhelatan The Anuual Meeting IMF-WBG beberapa waktu lalu.

"Kami menyambut baik kegiatan semacam ini, tentu akan berdampak positif bagi peningkatan kunjungan Tukad Bindu dan menggerakkan ekonomi masyatakat sekitar," imbuhnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengucapkan terima kasih kelada GenPi yang terus konsisten mengedepankan pariwisata Indonesia dengan berbagai cara. "Bagus, teruslah berkarya untuk pariwisata Indonesia. Karena pariwisata itu semakin dilestarikan maka semakin mensejahterakan,"kata Menpar Arief Yahya.

Editor : Gungde Ariwangsa SH