logo

"Coleterial Demage" Menjadi Pembicaraan Karena Dua Anak Menjadi Korban Salah Sasaran

Ist
15 November 2018 22:17 WIB
Penulis : B Sadono Priyo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Pakar  Psikologi Forensik, Reza Indragiri punya penilaian sendiri terkait terbunuhnya satu keluarga, di mana dua anaknya juga menjadi korban

Reza menilai, dua anak korban menjadi korban salah sasaran, di mana keduanya bukan target pembunuhan. Melainkan dua brother

Kedua anak ini menjadi korban yang salah sasaran.

Pelaku awalnya tidak berniat untuk menghabisi keluarga Gabang  Nainggolan.. Hal itu dikatakan Reza saat menyambangi rumah duka.

"Kedua anak yang bernasib malang ini sesungguhnya adalah Colateral damage, Colateral damage ini artinya adalah dua anak ini berada di waktu yang salah, di tempat yang salah," ujarnya, Selasa (13/11/2018).

Berbagai alasan dijadikan pertimbangan pelaku untuk menghabisi kedua anak itu. Salah satunya takut kedua anak itu menjadi saksi mata pembunuhan.

"Awalnya kedua pelaku hanya mengincar orang dewasanya. Mungkin kedua anak ini terjaga, suatu saat dia menjadi saksi, membantu polisi dalam proses hukum pelaku memutuskan untuk menghabisi kedua anak tersebut. Colateral damage, berada di waktu yang salah dan tempat yang salah," katanya membeberkan.

Sebelumnya, rumah tersebut merupakan tempat terjadinya pembantaian satu keluarga di Bekasi, tadi pagi. Rumah tersebut beralamat di Jalan Bojong Nangka, 2 RT. 02/ RW. 07, Pondok Melati, Pondok Gede, Bekasi. Merka yang menjadi korban ialah Gaban Nainggolan, (38) Maya Ambarita (37), Sarah Nainggolan (9) dan Arya (7

Editor : B Sadono Priyo