logo

Pemerintah Prioritaskan Reaktivasi Jalur KA

Pemerintah Prioritaskan Reaktivasi Jalur KA

Seminar Nasional Sinergi Transportasi Berbasia Rel Menuju Indonesia Emas 2045 digelar di UNS Solo
08 November 2018 19:17 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Pemerintah saat ini memprioritaskan reaktivasi jalur kereta api (KA). Banyak jalur rel KA di Indonesia yang tidak diaktifkan karena berbagai alasan. Seperti dikatakan Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi, Lingkungan dan Energi Kementerian Perhubungan, Prasetyo Boeditjahjono, di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah, Kamis (8/11/2018).

"Seharusnya tidak boleh begitu karena membangun kembali lebih sulit. Pemerintah prioritaskan reaktivasi jalur seperti dulu sudah ada jalur yang menuju ke pelabuhan," ujarnya.

Menurut Prasetyo, jalur KA saat ini paling banyak di Pulau Jawa. Pembangunan jalur kereta juga akan dibangun di Sumatra, Aceh, Kalimantan hingga Papua.

"Presiden sempat menyampaikan kenapa di Papua tidak dibangun jalur kereta. Masalahnya dulu di sana ada penumpangnya tidak? Tapi itu tidak boleh dijadikan alasan lagi," jelas Prasetyo dalam Seminar Nasional Sinergi Transportasi Berbasia Rel Menuju Indonesia Emas 2045 tersebut.

Pada prinsipnya pemerintah akan membangun 10 ribu km jalur kereta api di Indonesia. Jika dibandingkan dengan Cina yang sudah mencapai 100 ribu km, capaian di Indonesia masih jauh.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Direktur PT INKA, Budi Noviantoro mengatakan saat ini PT INKA terus menjajaki pasar ekspor kereta ke Amerika Latin. Saat ini negara Kosta Rika, Mexico, dan Peru tengah menjajaki pembelian kereta dari PT INKA.

"Bangladesh dan Filipina sudah memesan, sedangkan Srilanka dan Thailand dalam proses. Untuk Bangladesh sudah ketiga kalinya," kata Budi.

Lebih lanjut Budi mengatakan hingga saat ini target ekspor sudah melampaui target. Prospek ekspor ke negara-negara tersebut cukup besar, tetapi terkendala keuangan.

"Prinsipnya mereka butuh tapi terkendala keuangan. Kami tawarkan skema pembayaran kredit melalui Bank Exim. Kompetitor kita saat ini adalah Cina," jelasnya.

PT INKA juga menggandeng Perguruan Tinggi (PT) salah satunya UNS untuk produksi kereta cepat. Selain UNS, juga menggandeng ITS, ITB, UGM, Undip, dan UI. Pihaknya menargetkan tahun 2025 PT INKA sudah bisa memproduksi kereta cepat dan tahun 2030 sudah beroperasi.

"Kereta cepat akan menempuh Jakarta-Surabaya dalam waktu 2 jam 57 menit dan berhenti di enam stasiun," pungkasnya. ***

Editor : Silli Melanovi