logo

Pemisahan Aset Versus Penyertaan Modal PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi, Tahun Politik Kah?

Pemisahan Aset Versus Penyertaan Modal PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi, Tahun Politik Kah?

Pemkot Bekasi kembali gelontorkan penyertaan modal senilai Rp25 juta ke PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi. (Ist)
08 November 2018 16:42 WIB
Penulis : Muhajir

SuaraKarya.id - BEKASI: Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi memberikan penyertaan modal kembali senilai Rp25 miliar kepada PDAM Tirta Bhagasasi yang mayoritas sahamnya dikuasai oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi dinilai Legislatif kontraproduktif. Saat ini, Pemkot Bekasi bersama Pemkab Bekasi tengah melakukan pembahasam pemisahan aset di dua wilayah itu.

Ketua Komisi I DPRD Kota Bekasi, Chairuman J Putro mengakui, Ia tak sepakat dengan adanya pemisahan aset. Disisi lain ada perencanaan pelepasan aset, tetapi ada juga penyertaan modal.

"Rupanya yang serius mau kita kerjakan yang mana sesungguhnya. Mau lepas aset serius atau tidak," kata Chairuman kepada suarakarya.id, di Bekasi, Kamis (8/11/2018).

Politisi PKS ini menyarankan, jika tidak ada keseriusan dalam perencanaan pemisahan aset tersebut, Pemkot Bekasi fokuskan saja ke penyertaan modalnya untuk membac-up kinerja PDAM Tirta Bhagasasi Bekasi.

"Ketika ada perencanaan pemisahan aset, maka tak perlu lagi penyertaan modal yang diberikan," tegasnya.

Anggota Komisi III DPRD Kota Bekasi, Abdul Mu'in Hafied mengakui telah mendorong anggaran penyertaan modal yang digelontorkan senilai Rp25 miliar selama satu tahun pada APBD Perubahan 2019. Alasannya, dalam sebulan ini PDAM Tirta Bhagasasi tengah dihadapkan dengan persoalan pelayanan air bersih. Selain, regulasi yang dibuat oleh kedua kepala daerah.

Kenapa? Karena eksistensi dari pipanisasi dan lainya dinilai Komisi III tidak sesuai lagi dan sudah sangat lama.

"Mau tidak mau, kita lakukan penyertaan modal. Disisi lain ada potensi pemisahan aset antara dua daerah itu," kata Mu'in.

Lanjutnya, Ia mengatakan, air bersih sudah menjadi kebutuhan pokok, tanpa harus menunggu pemisahan aset BUMD tersebut.

Komisi III telah mewacanakan anggaran penyertaan modal itu di alokasikan ke Cabang PDAM Tirta Bhagasasi yang berlokasi di Teluk Pucung, Bekasi Utara. Nantinya, di kemudian hari dapat di kelola oleh PDAM Tirta Patriot Bekasi.

Namun, jika tidak terjadi pemisahan aset di tahun 2019, alokasi anggara penyertaan modal itu tetap difungsikan untuk perbaikan-perbaiakan jaringan pipanisasi PDAM Tirta Bhagasasi di wikayah Kota Bekasi.

Komisi III juga mewarning bahwa investasi yang  diberikan kepada Pemkot Bekasi tidak boleh di bawa ke kabupaten. Hal ini untuk pelayanan bagi masyarakat Kota Bekasi.

Editor : Silli Melanovi