logo

Jadikan Museum Lebih Menarik, Pemerintah Siapkan Anggaran Khusus

Jadikan Museum Lebih Menarik, Pemerintah Siapkan Anggaran Khusus

Rektor UNS Prof Ravik Karsidi meninjau pameran museum di UNS Solo
23 Oktober 2018 23:30 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Pemerintah menyiapkan anggaran khusus untuk pengembangan program museum di Indonesia senilai Rp1 miliar. Melalui dana tersebut, diharapkan museum bisa menjadi ruang publik untuk bermain dan berinteraksi, tidak hanya sekedar tempat menyimpan barang kuno.

Hal ini dikatakan Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Fitra Ardha, saat membuka acara Museum Goes to Campus (MGtC) III  di Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo, Jawa Tengah, Selasa (23/10/2018).

"Tahap pertama dana akan digulirkan ke museum milik daerah. Dana yang disediakan pemerintah untuk alokasi 111 museum dari 243 museum di Indonesia," katanya.

Pihaknya saat ini masih melakukan verifikasi museum yang berhak menerima dana. Dana tersebut difokuskan untuk menggarap program museum agar semakin menarik.

"Seperti visual terhadap barang koleksi. Dengan kucuran dana ini ke depan museum lebih baik dan menarik," ujarnya.

Sementara itu, dalam sambutannya Rektor UNS, Prof Ravik Karsidi mengatakan UNS menaruh perhatian yang tinggi tentang permuseuman. Ini dibuktikan dengan didirikannya Museum UNS pada tahun lalu di dalam gedung Perpustakaan UNS lantai tujuh.

"Meskipun sifatnya masih rintisan. Namun Museum UNS ini menjadi komitmen kami bahwa museum menjadi sesuatu yang penting bagi pembelajaran mahasiswa dan civitas akademika lainnya," kata Ravik.

MGtC diikuti 38 museum dan berlangsung mulai tanggal 23-28 Oktober. Museum yang berpartisipasi diantaranya Museum Bank Indoneaia, Museum Nasional Jakarta, Museum Mandiri Jakarta, Museum Samanhoedi, Museum Batik Danar Hadi, Museum Sangiran, Museum UNS, Museum Pendidikan UNY, serta Museum Keris.

Ketua Panitia MGtC 3, Prof Riyadi Santosa mengatakan pihaknya menargetkan acara tersebut mampu menarik 1.500 pengunjung setiap hari. ***

Editor : Markon Piliang