logo

Merangsang Inovasi Desa Untuk Era 4.0

Merangsang Inovasi Desa Untuk Era 4.0

Mendes PDTT Eko Putro Sandjojo (tengah) dan Haryono Suyono (kanan. (foto, ist)
22 Oktober 2018 08:27 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARATA: Setelah sekitar 3000-an Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) terbangun dan bergerak cepat di ribuan desa di Indonesia, Kementerian Desa PDTT makin menggerakkan pengembangan model-model inkubasi inovasi desa menyongsong era industri 4.0.

Demikian dikemukakan Ketua Tim Pakar Kemendes PDTT Haryono Suyono, di Jakarta, Sabtu (20/10/2018). Pengembangan model inkubasi inovasi desa itu, diharapkan mendorong kemampuan desa yang makin kreatif, melompat pada era kemajuan jaman industri 4.0.

Mulai Jumat (19/10/2018) malam, digelar Pertemuan Sosialisasi Inkubasi Inovasi Desa kepada wakil-wakil dari 150 pendamping, serta pelaksana pembangunan desa, yang dibuka oleh Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo di Jakarta.

Pertemuan yang berlangsung selama tiga hari itu diharapkan menantang dan sekaligus mengarahkan penggerak pembangunan di desa. "Yang dewasa ini melaksanakan empat priortias pembangunan desa dan masyarakatnya, yakni membangun Prukades. BUMDes, Embung Desa dan Sarana Olah Raga makin mencari celah untuk mengangkat potensi desa," jelasnya.

Dalam Pidato Pembukaan yang bersemangat dan inspiratif, kata Haryono, Mendes PDTT mengajak para peserta, agar dengan berani berpikir besar memanfaatkan mitra kerja perusahaan swasta. Disertai pengembangan sistem yang secara komprehensif mengangkat potensi desa.

"Sekaligus mendorong kemajuan dengan skala besar berkelanjutan," ujarnya. Pada Era inilah kolaborasi dengan sistem modern dibutuhkan, karena dunia berpacu dengan cepat bukan karena semata sebagai suatu usaha besar. Tapi, memiliki visi dan kecepatan tinggi menjawab permintaan pasar dengan kepuasan yang maksimal.

Menjelang penutupan pada Sabtu malam, Haryono Suyono dan Dana Avrizal memberikan penekanan dibutuhkannya kolaborasi yang kuat tersebut. Agar semua kesempatan yang melimpah di desa digali, diproses, serta dimanfaatkan demi kepentingan masyarakat luas.

"Untuk mengentaskan kemiskinan dan mengantar keluarga Indonesia menjadi keluarga yang sejahtera Tetap berpegang teguh pada falsafah gotong royong Pancasila," tuturnya.

Editor : Gungde Ariwangsa SH