logo

Guru Diperkosa Secara Bergiliran Oleh KKSB Di Mapenduma, Pedalaman Papua

Guru Diperkosa Secara Bergiliran Oleh KKSB Di Mapenduma, Pedalaman Papua

Dukumentasi: Anggota KKSB (Ist)
22 Oktober 2018 06:58 WIB
Penulis : Yacob Nauly

SuaraKarya.id - JAYAPURA:Seorang guru wanita diperkosa secara bergiliran oleh anggota Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB), pimpinan Egianus Kogoya, di Mapenduma, Pedalaman  Kabupaten Nduga, Provinsi  Papua.

 Guru korban pemerkosaan  itu  bersama  14 orang lainnya, terdiri dari pengajar dan tenaga medis, disandera KKSB  yang diduga pimpinan Egianus Kogoya,  sejak 3 hingga 17 Oktober  2018 baru dilepas.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol  Ahmad Kamal, membenarkan telah terjadi  kejahatan di luar peri kemanusiaan yang dilakukan KKSB Mapenduma, Kabupaten Nduga, yakni memperkosa seorang guru wanita secara bergiliran.

“Selama 14 hari para guru dan tenaga medis itu disandera oleh  KKSB yang diduga pimpinan Egianus Kogoya tersebut. Kini , para korban  penyanderaan dan pemerkosaan itu telah dibebaskan, sementara  guru yang diperkosa, Minggu (21/10/2018),  diterbangkan ke Jayapura untuk dirawat di RS Bhayangkara, Kota Raja, Jayapura,Papua,” kata Kombes Pol Ahmad Kamal.

Dikatakan  Kamal, KKSB beralasan bahwa kedatangan tenaga pengajar (guru) dan tenaga medis itu dicurigai sebagai mata-mata pihak kemananan (polisi). Karena itu para guru dan tenaga medis itu disandera untuk diinterview satu persatu.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nduga, Papua, Fredik Samuel  Bapundu, mengatakan di Mapenduma lokasi penyanderaan dan pemerkosaan oleh anggota KKSB tersebut  terdapat SD PGRI I dan SMP Negeri I serta 1 Puskesmas.

Untuk mencapai Mapenduma, orang menggunakan kendaraan roda dua dari Wamena,Ibukota,Kabupaten Jayawijaya. Ketika sampai pada satu titik, kendaraan ditinggalkan. Kemudian, berjalan kaki hingga dua jam baru tiba di Mapenduma.

“Tapi, kebanyakan warga Mapenduma atau pejabat  yang mengunjungi  masyarakat  di sana umumnya menggunakan pesawat berbadan kecil . Bagitulah kesulitan untuk mencapai Mapenduma  yang sudah sering digunakan KKSB untuk menyandera warga sipil yang tak berdosa,”kata  Bapundu.

Warga Papua lainnya, Timotius, mengutuk keras  perbuatan biadab KKSB di Mapenduma tersebut. “Sebagai  masyarakat yang beragama jelas mengutuk perbuatan memalukan tersebut, apalagi mengatasnamakan perjuangan masyarakat Papua. Perbuatan kalian tidak diterima Tuhan dan jangan bermimpi,  tapi sebaiknya bertobat dan kembali ke jalan yang benar,”kata Timotius.

Perbuatan KKSB itu pasti didengar di dunia luar. Jelas,lanjut Timotius, akan dikutuk umat manusia karena yang diperkosa adalah guru dan disandera juga tenaga media.

Artinya, lanjut Timotius, perbuatan KKSB Papua ini sangat tidak diterima akal sehat masyarakat di seluruh dunia.

“Jadi sebaiknya bertobat lalu turun gunung untuk mempertanggungjawabkan kejahatan kalian di depan hukum. Dan setelah dihukum kalian bertobat dan jangan lagi mengulangi perbuatan sebodok  dan memalukan itu,”kata Timotius. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto