logo

Banjir Landa Sebagian Aceh, Ribuan Warga Menderita

Banjir Landa Sebagian Aceh,  Ribuan Warga Menderita

Banjir melanda salah satu ruas jalan di Kabupaten Aceh Jaya. (Istimewa)
16 Oktober 2018 22:33 WIB
Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - BANDA ACEH: Sebanyak 1.410 keluarga yang mencakup 4.204 orang di 19 desa di lima kecamatan Kabupaten Aceh Jaya terdampak banjir menyusul hujan yang mengguyur sebagian wilayah itu pada Senin (15/10/2018) sore.

"Warga di tiga desa di satu kecamatan sampai mengungsi akibat tingginya genangan air," kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Teuku Ahmad Dadek kepada Antara di Banda Aceh, Selasa (16/10/2018).

Ia menerangkan bahwa akibat banjir warga Tuwi Kareung mengungsi ke rumah kerabat sementara warga Lhok Guci dan Tuwi Peuriya mengungsi ke masjid di Kecamatan Pasie Raya. Jumlah warga yang mengungsi tercatat 1.194 orang.

Tinggi genangan air di Pasie Raya, menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Jaya, rata-rata sekitar 1,5 meter pada pukul 06.16 WIB.

Di Kecamatan Pasie Timpleung ada 410 orang yang terdampak banjir. Genangan air di wilayah ini sampai sekitar 1,5 meter di area dataran rendah, namun tidak sampai menyebabkan warga mengungsi.

Sementara jumlah warga yang terdampak banjir di tujuh desa di Kecamatan Darul Hikmah total 2.084 orang, di lima desa di Kecamatan Panga total 926 orang. Banjir juga berdampak ke dua desa di Kecamatan Setia Bakti.

"Tim BPBD setempat terus memantau kondisi ketinggian, debit air. Memantau daerah rawan banjir, dan terus mendata korban terdampak banjir di setiap kecamatan yang tergenang di Aceh Jaya," kata Dadek.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada pukul 08.00 WIB menyatakan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai kilat/petir dan angin kencang masih berpotensi terjadi di Aceh Timur, Aceh Utara, Lhokseumawe, Bireuen, Pidie Jaya, Pidie, Aceh Tengah dan sekitarnya.

Hujan diprakirakan meluas ke wilayah Aceh Besar, Sabang, Banda Aceh, Aceh Jaya, Bener Meriah, Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Nagan Raya, Simeulue, Pulau Banyak, dan sekitarnya.

      Aceh Singkil

Sebelumnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Singkil,  menyatakan, sedikitnya 24.321 orang menjadi korban banjir pada 34 desa di delapan kecamatan akibat hujan mengguyur wilayah tersebut.

"Hingga hari ini, ada 5.242 kepala keluarga atau 24.321 orang jadi korban yang terdampak banjir," ujar petugas Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops) BPBD Aceh Singkil Rosiana Kusuma Wardani melalui telepon seluler dari Banda Aceh, Senin.

Ia mengatakan, banjir terparah di daerah yang terletak di sebagian wilayah Taman Nasional Gunung Leuser ini terjadi di tiga kecamatan, yakni Singkil ada 16 gampong (desa) dengan korban terdampak 4.516 KK atau 21.081 orang. 

Menyusul Simpang Kanan terdiri dari enam gampong dengan 363 KK atau 1.716 jiwa, dan terdapat lima gampong di Gunung Meriah tercatat 354 KK atau 1.483 orang.

Sedangkan sisanya masyarakat yang tinggal di lima kecamatan, meliputi satu gampong di Singkil Utara dengan delapan KK atau 33 orang, dua gampong di Danau Paris terdapat satu KK terdiri delapan jiwa, serta di Suro, Singkohor, dan Kota Baharu yang masih didata.

"Ada satu dari dua gampong di Kecamatan Danau Paris, yakni Situbuh-tubuh terdapat satu rumah tertimbun longsor yang dihuni oleh satu keluarga dengan delapan jiwa," katanya.

Rosiana mengatakan, akibat lain yang ditimbulkan dari peristiwa longsoran tersebut, ruas jalan di Situbuh-tubuh yang merupakan jalan penghubung ke Kabupaten Tapanuli Tengah di Sumatera Utara hingga kini belum bisa dilalui  kendaraan.

"Kondisi terkini, lima kecamatan telah surut, dan dalam kondisi aman terkendali, yakni di Suro, Singkohor, Kota Baharu, Simpang Kanan, dan Gunung Meriah. Sedangkan dua kecamatan masih banjir meliputi Singkil Utara dan Singkil, sedangkan Danau Paris masih tertimbun longsor," terang dia.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pekan lalu menyebut, cuaca buruk melanda sebagian wilayah di Aceh dalam beberapa hari terakhir, akibat terkena imbas dari siklon tropis atau badai Situ.

"Siklon tropis Situ terjadi di Teluk Benggala, sehingga Aceh terkena dampaknya," kata Kepala Seksi Data dan Informasi BMKG Aceh, Zakaria Ahmad.

"Wilayah yang cukup rentan, seperti di Aceh Singkil, Aceh Selatan, Aceh Jaya, dan Nagan Raya. Dapat meluas ke Aceh Utara, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang," katanya seperti dikutip Antara. ***