logo

Wisata Halal Masuk Penilaian Ajang Anugerah Syariah Republika 2018

Wisata Halal Masuk Penilaian Ajang Anugerah Syariah Republika 2018

16 Oktober 2018 22:08 WIB
Penulis : Laksito Adi Darmono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Republika kembali akan menggelar Anugerah Syariah Republika (ASR) 2018 di Jakarta pada awal November mendatang. ASR akan memberikan penghargaan kepada insitusi dan industri keuangan perbankan, keuangan nonperbankan, industri asuransi, industri mikro-makro, financial technology (fintech), multifinance, lembaga filantropi, tujuan wisata favorit ramah muslim, hingga tokoh syariah.

Ketua ASR 2018 Elba Damhuri mengatakan pada ASR kali ini kategori penghargaan ditambah dengan memasukkan wisata halal atau ramah muslim. "Kita membuka polling kepada publik untuk memilih provinsi mana yang ramah terhadap wisata muslim," kata Elba melalui rilis di Jakarta, pekan lalu.

Menurut Elba, ukuran wisata halal bisa dilihat dari infromasi tentang restoran dan kuliner yang halal, hotel yang ramah muslim, penunjuk waktu dan arah shalat di hotel, informasi area masjid yang mudah, hingga kualitas layanan terhadap wisatawan.

Tambahan kategori kedua, sambung Elba yang juga Kepala Republika.co.id ini, penghargaan untuk lembaga filantropi di Indonesia. Pada ASR yang untuk kedua kalinya digelar ini, Republika ingin memperbesar peran lembaga-lembaga filantropi untuk memajukan ekonomi umat dan bangsa.

"Semangat itu kita tambah dan pompa dengan pemberian penghargaan ini," katanya.

Tambahan kategori ketiga, terkait dengan industri kecil dan menengah (IKM) yang menerapkan prinsip-prinsip syariah. Dari riset Republika, jumlah usaha yang menerapkan prinsip syariah ini, baik UMKM maupun usaha besar, semakin banyak dan sangat layak diberikan penghargaan.

Bisnis mereka, memberikan pengaruh besar terhadap perekonomian nasional. Mereka tidak hanya melakukan transaksi dengan meningkatkan produksi, tetapi juga membuka lapangan kerja baru, mengurangi kemiskinan, mengikis kesenjangan, mengangkat daya beli, hingga membantu menaikkan derajat pendidikan keluarga mereka.

Pada ASR pertama (2017), kategori penghargaan masih berfokus pada industri keuangan dan tokoh syariah. Setidaknya ada 10 penghargaan yang akan disematkan Republika untuk pelaku, industri, dan tokoh ekonomi syariah di Indonesia.

Kategori Perbankan dibagi berdasarkan jumlah aset (BUKU--bank umum kelompok usaha) sehingga terpecah menjadi beberapa penghargaan. Untuk Kategori Asuransi juga terbagi berdasarkan kelas bisnisnya.

Ada juga kategori Fintech Terbaik dan Fintech Terinovasi. "Fintech sedang tumbuh bagus dan semakin ekspansif, terutama fintech pembiayaan dan pembayaran. Ini termasuk penghargaan bergengsi meski pemainnya belum banyak," katanya.

Kriteria penilaian berbasiskan data kuantitatif berupa catatan kinerja industri selama 2017 dan kinerja triwulan I-2018. Selain kuantitatif, juga berdasarkan indikator kualitatif seperti pelayanan dan pandangan publik/konsumen.

Penilaian ketiga didasarkan inovasi yang telah dilakukan. Apa saja terobosan yang sudah dilakukan yang bisa dilihat dari produk-produk yang dimiliki dan kegiatan-kegiatan yang digelar.

Penilaian keempat memasukkan unsur edukasi dan sosialisasi, apakah industri keuangan syariah di Tanah Air gencar melakukan sosialisasi dan edukasi, mengajak masyarakat tahu, paham, dan akhirnya menjadi nasabah mereka.

Dewan Juri terdiri dari ahli ekonomi syariah, ahli fiqih syariah, dan juri internal. Republika juga mengajak masyarakat untuk mengajukan sosok yang pantas, tokoh-tokoh yang layak menjadi tokoh syariah Republika.

"Tokoh-tokoh ini bisa berasal dari pebisnis, pengusaha, akademisi, bankir, pelaku industri syariah, ulama, santri, aparat pemerintah, pejabat terkait, regulator hingga pegiat-pegiat lingkungan dan pendidikan," katanya. ***