logo

Wayang Golek Dan Wayang Kulit Digelar Beruntun Di Jakarta Barat

Wayang Golek Dan Wayang Kulit Digelar Beruntun Di Jakarta Barat

15 Oktober 2018 16:55 WIB
Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - JAKARTA : Pergelaran wayang golek dengan dalang Ki Den Gala dan wayang kulit gaya Solo dengan dalang Ki Pujo Winanto beruntun diselenggarakan masing masing di Lapangan Wijaya Kusuma,  Koramil Grogol Petamburan Jakarta Barat dan di Auditorium Museum Wayang di Kota Tua. 

Pergelaran wayang golek tersebut berlangsung Sabtu (13/10/2018) malam sampai Minggu (14/10) sekitar jam 03.00. Hadir Kepala Staf Kodim 0503 Jakarta Barat Mayor Inf M Rizal, Danramil Grogol Petamburan Kapten Jefriansen Sipayung dan Camat serta  Kapolsek Pal Merah. 

Pergelaran wayang golek ini  mengangkat cerita  Jaya Perbangsa (Gatotkaca Gugur) untuk   memperingati HUT ke 73 TNI,  sekaligus sebagai upaya pelestarian dan pengembangan seni wayang yang telah diakui oleh UNESCO sebagai warisan budaya dunia. 

Demikian diungkapkan Kepala Satuan Pelayanan Museum Wayang UP Museum Seni, Sumardi S.Sos, Minggu (14/10) di Museum Wayang. 

 "Itu juga sebagai upaya memperkenalkan UP Museum Seni, khususnya Museum Wayang ke tengah masyarakat.  Bu Esti Utami selaku Kepala UP Museum Seni  memberikan wayang golek Gatotkaca kepada dalang Ki Den Gala sebagai tanda pergelaran dimulai," kata  Sumardi.

Menurutnya  permainan  dalang Ki Den Gala yang masih muda itu cukup bagus. 

"Memang dia cukup dikenal sebagai dalang wayang golek. Maklum alumnus sekolah kesenian Bandung dan pernah menyabet predikat Juara Dalang Remaja Nasional tahun 2015." tutur Sumardi.

Diperkirakan jumlah penonton mencapai 700 orang yang bertahan sampai dinihari.

Sementara pergelaran wayang kulit di auditorium Museum Wayang berlangsung Ahad (14/10) mulai pukul 10.00 pagi hingga 14.00 lewat. Banyak penonton terdiri dari muda mudi, orang tua penggemar wayang seperti Anwar Setiyoko dari Tanjung Priok maupun wisatawan mancanegara dari Prancis, Belanda dan Jepang.

Pergelaran ini mengangkat cerita Bimo Bumbu. "Ini cerita sepertinya  carangan, jadi  bukan pakem,"  kata Anwar Setiyoko seorang penggemar wayang. Yaitu cerita Raja Baka seorang raksasa  yang minta sesajen daging manusia. Akhirnya majulah Bima sebagai umpan.

Di sela-sela cerita wayang tersebut dalang Ki Pujo Winanto mencoba berdialog dengan dalang bocah Kevin dan dalang remaja Surya yang semuanya siswa sekolah pedalangan Sanggar Nirmala Sari , Cinere, Depok. 

Bahkan suhu pedalangan Asman Budi Prayitno yang  memimpin Sanggar Nirmala Sari sempat tarik suara dengan  tembang Jawa.

Nirmala Sari tahun ini memiliki 28 siswa pedalangan.

"Dalang Ki Pujo Winanto ini suluk dan sabetannya bagus," komentar Sumardi yang juga mahir sebagai dalang wayang kulit itu. Ki Pujo yang kelahiran Blora 1963,  cukup dikenal pecinta wayang kulit di Jabodetabek. 

Hari Minggu kemarin  jumlah pengunjung Museum Wayang mencapai 2.336 orang, sudah termasuk 13 orang wisatawan mancanegara di antaranya dari Australia, Jepang, Netherlands, Jerman, Prancis, Venezuela, India dan Singapura. ***