logo

Alibaba Siap Pasarkan 5 Produk Unggulan Indonesia ke China

Alibaba Siap Pasarkan 5 Produk Unggulan Indonesia ke China

Sarang burung walet. (Ist)
15 Oktober 2018 14:38 WIB
Penulis : Laksito Adi Darmono

SuaraKarya.id - JAKARTA: CEO Alibaba Group, Jack Ma menyatakan siap memasarkan produk unggulan Indinesia ke pasar China. Untuk saat ini, ada 5 produk unggulan yang akan difasilitasi untuk masuk ke China, yakni kopi, crackers, kerupuk udang, mi instan, dan sarang burung walet. Jumlahnya tanpa batas.

Demikian informasi yang disampaikan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto usai bertemu dengan Jack Ma, di Nusa Dua Bali, melalui rilis yang diterima redaksi di Jakarta, Minggu (14/10/2018).

Airlangga menjelaskan, Indonesia ingin meningkatan nilai ekspor produk manufaktur ke pasar China secara langsung. Sasaran ini akan dicapai melalui keikutsertaan pada 11.11 Global Shopping Festival, yakni ajang pesta diskon besar-besaran di Cina yang diselenggarakan setiap 11 November dan sebelumnya dikenal sebagai Singles' Day (Hari Jomblo).

Airlangga menyebutkan, ada lima produk unggulan Indonesia yang akan diikutkan dalam penjualan daring di platform e-dagang milik Alibaba Group. Selain memiliki kualitas bagus, produk-produk tersebut dinilai banyak diminati konsumen Negeri Tirai Bambu. "Lima produk itu yaitu kopi, crackers, kerupuk udang, mi instan, dan sarang burung wallet," ujarnya.

Pemilihan lima produk tersebut bukan tanpa sebab. Menurut Airlangga, seluruh produk terpilih memiliki ketersediaan dalam jumlah yang besar dan siap untuk rilis di China. Selain itu, delivery dan logistiknya sudah siap. Jumlah pesanan kelima produk itu tidak akan dibataskan atau bersifat unlimited order.

Airlangga menambahkan, ajang 11.11 menjadi momen penting dan kesempatan baik bagi Indonesia untuk menunjukkan daya saing produk indutri manufaktur nasional yang telah mampu kompetitif di kancah global. Partisipasi ini dinilai pula mampu memperluas pasar ekspor produk nasional.

Airlangga menjelaksan, Jack Ma melihat 5 produk tersebut yang paling siap. "Alibaba akan memromosikan produk ini sejak awal bulan November, termasuk nanti ada pidato atau presentasi dari Presiden Jokowi terkait produk tersebut," ucanya.

Seteleh double eleventh, Indonesia akan dapat special pavilion di China yang akan dibuat untuk promosi lebih dari 5 produk. Semua transaksi dilakukan secara online, tetapi barang dikirim secara offline. Pemerintah akan melibatkan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dalam kerja sama ini. 

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menuturkan, Indonesia harus memanfaatkan kemitraan ini. Sebab, retailing online di China diperkirakan akan tumbuh dari 17 persen pada 2017 menjadi 25 persen pada 2020. 

Alibaba mendominasi lingkup e-dagang di China dan di banyak bagian Asia yang menyumbang 1/10 dari total penjualan ritel China. "Hampir sebagian besar penduduknya kerap melakukan belanja online," ucapnya.

Rudiantara menambahkan, peluang e-dagang kini terus membesar. Di negara berkembang, e-dagang telah tumbuh secara eksponensial dan pada tingkat tertentu akan segera melampaui negara-negara maju pada tahun 2018. Sekitar 50 persen dari populasi di pasar negara berkembang telah berbelanja online pada 2018, yang tidak jauh dari penetrasi rata-rata 63 persen di negara-negara maju.

Meski demikian, Rudiantara mengakui ada beberapa tantangan bagi UMKM Indonesia. Salah satunya, kemampuan untuk menyediakan barang dalam jumlah yang banyak untuk kebutuhan e-dagang. "Biasanya volume belanjanya jutaan. Tinggal apakah UMKM kita siap atau tidak," ujarnya.

Tantangan lain adalah infrastruktur logistik dan mekanisme pembayaran. Tapi, Rudiantara optimistis semua dapat diatasi dengan Peta Jalan e-dagang yang sudah mengidentifikasi 7 isu permasalahan. Semuanya akan diselesaikan oleh pemerintah dan pemangku kepentingan.

Solusi itu semakin dipercepat dengan prioritas pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla yang serius untuk membangun konektivitas antarwilayah guna menyiapkan infrastruktur logistik. Jalan tol darat, tol laut dan pelabuhan hingga tol udara akan menghubungkan semua pulau di Indonesia.

"Termasuk tol informasi yang menghubungkan seluruh Indonesia dengan jaringan internet. Dan akhir 2018, tidak satupun daerah di Indonesia yang tidak terhubung dengan jaringan backbone internet cepat Palapa Ring," kata Rudiantara.

Gelaran 11.11 menjadi salah satu perhelatan belanja paling dinanti di Negeri Tirai Bambu dengan lebih dari 10 juta unit produk yang ditawarkan. Pada tahun 2017, Alibaba menembus rekor penjualan pada Hari Jomblo itu dengan meraup transaksi fantastis, yaitu sebesar USD25 miliar atau lebih dari Rp300 triliun dalam tempo 24 jam saja. ***

Editor : Laksito Adi Darmono