logo

Polda Dan BPN Maluku Bentuk Tim Terpadu Lakukan Pencegahan Mafia Tanah

Polda Dan BPN Maluku Bentuk Tim Terpadu Lakukan Pencegahan Mafia Tanah

11 Oktober 2018 23:11 WIB
Penulis : Yacob Nauly

SuaraKarya.id - AMBON: Kepolisian Daerah Maluku bersama Badan Pertanahan Nasional Provinsi Maluku sepakat membentuk sebuah tim terpadu yang tugas utamanya adalah melakukan pencegahan dan pemberantasan mafia tanah di daerah ini.

Kesepakatan ini tertuang dalam penandatanganan surat keputusan bersama tentang pembentukan tim terpadu pencegahan dan pemberantasan mafia tanah di Provinsi Maluku antara Kapolda Irjen Pol Royke Lumowa dengan Kepala BPN provinsi, Oloan Sitorus di Ambon, Kamis (11/10/2018), seperti dilaporkan Antara Ambon.

Menurut Kapolda, penandatangan dan kerjasama Polda-BPN ini diharapkan dapat terwujud sinergitas dan komitmen yang baik.

"Kiranya lewat kegiatan ini dapat menjalin kerjasama yang baik di antara Polda dan BPN Maluku dalam rangka pencegahan dan pembetrantasan mafia tanah di daerah," ujarnya.

Lewat kegiatan ini juga diharapkan bisa mendukung kebijakan pemerintah dalam menangani permasalahan tanah yang ada di Maluku.

Khusus untuk Polda Maluku, lanjut Kapolda, tim terpadu yang telah terbentu akan fokus pada penanganan dan pemberantasan praktik mafia tanah dan para kapolres jajaran juga diperintahkan agar segera melakukan pemetaan permasalahan mafia tanah.

Sementara Kepala Kanwil BPN Maluku, Oloan Sitorus mengatakan, tanah sebagai anugerah Tuhan yang diberikan kepada manusia yang terkadang tidak bisa dimanfaatkan secara baik.

Beberapa persoalan tanah di Maluku umumnya mengenai adat diakibatkan adanya perbedaan persepsi, kemudian permasalahan tanah juga terjadi karena pemiliknya tidak menjaga tanah tersebut dengan baik, dan ketidak-tertiban masalah administrasi yang lampau.

Sehingga penandatanganan surat keputusan bersama satgas pencegahan dan pemberantasan mafia tanah ini merupakan sikap yang profesional dan te;ah berkimtmen.

"Langkah ini dilakukan agar mampu mengungkap para pelaku mafia tanah agar dapat mengurangi berbagai permasalahan pertanahan yang muncul," Oloan Sitorus. ***

Editor : Gungde Ariwangsa SH