logo

Peran Perguruan Tinggi Dalam Pembinaan Generasi Milenial Di Papua Barat

Peran Perguruan Tinggi Dalam Pembinaan Generasi Milenial Di Papua Barat

Prof.Dr Nur Syam (pertama dari kanan)
11 Oktober 2018 22:13 WIB
Penulis : Yacob Nauly

SuaraKarya.id - SORONG: Guru Besar Universitas Islam (UIN) Sunan Ampel Surabaya, Prof.Dr H. Nur Syam M.Si. mengatakan, peran Perguruan Tinggi untuk pembinaan generasi milenial Papua Barat sangat penting dilakukan  pada saat ini.

Negara besar seperti Uni Soviet  yang didirikan tahun 1922 akhirnya bubar pada 1991 menjadi 15 negara  merdeka sendir-sendirii. Hal itu bisa terjadi karena  tindakan warganya  yang menjurus kepada  intoleransi maka lahirlah perpecahan itu.

Oleh karena itu, sebagai  lembaga Perguruan Tinggi, harus bertanggungjawab untuk  membina generasi milenial yang lahir di era  kemajuan yang amat pesat ini.

“Berbagai  metode yang dterapkan oleh perguruan tinggi melalui Center of  Exellence literasi media, misalnya.  Di sini  akan dibentuk generasi kita  punya kemampuan  untuk memahami dan  mendekonstruksi pencitraan media,”kata Prof. Nur Syam  saat memberikan  pemaparan ilmiahnya  di Aula STAIN Sorong, Kamis (11/10/2018).

Perkembangan teknologi informasi dewasa ini menuntut  lembaga-lembaga perguruan tinggi untuk berperan dalam pembinaan generasi milenial  yang berpotensi  mencetuskan berbagai ide hasil rekayasanya.

Generasi muda  yang pada saat ini  mengenyam pendidikan di perguruan tinggi negeri mau pun swasta harus digiring ke arah positif dalam sebuah  center  of exellence literasi media.

Anak-anak muda  bangsa ini diajak untuk menghindari perpecahan bangsa Indonesia. “Generasi muda  harus digiring ke  metode berpikir positif. Mereka  diberikan pemahaman untuk menganalisis  perkembangan dunia  misalnya dengan munculnya  pengaruh proxy war yang bisa menghancurkan  persatuan dan kesatuan bangsa,”kata Prof.Dr Nur Syam.

Mengenai proxy war ini terbukti  menghancurkan  persatuan dan kesatuan bangsa. Melalui pihak ketiga para pemuda  disuntik dengan informasi negatif sehingga terjadilah protes kepada  pemerintah atau badan dan institusi tertentu. Padahal informasi yang diperoleh belum tentu benar karena diterima dari sumber yang tidak jelas.

Bangsa  Indonesia harus lebih memahami bahwa NKRI harga mati. Negara Indonesia adalah satu dari Sabang hingga Merauke yang harus dilindungi segenap  bangsa ini.

“Nah untuk perguruan tinggi seperti STAIN Sorong ini , nantinya akan mengembangkan  Center of Exellence khusus literasi media kepada mahasiswanya. Sehingga generasi ilmuan dari STAIN Sorong ini diharapkan dapat berperan dalam pembangunan di Papua Barat dan Indonesia dalam pembinaan mentalitas generasi milenial saat ini,”katanya.

Diharapkan dengan pembinaan yang positif, para intelektual tamatan perguruan tinggi ini mampu memahami,menganalisis  dan mendekonstruksi pencitraan media di tengah era globalisasi yang  kian menggebu  dewasa  ini.

  Untuk membangun  Center of  Exellence itu, membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang mumpuni.  Nah exellence  itu, membutuhkan kerja sama dengan lintas  instansi pemerintah dan swasta guna pembinaan generasi  milenial.

Jadi, media itu harus dimanfaatkan untuk pembangunan  fisik dan non fisik dari aspek  daerah  misalnya di Papua Barat ini. Multikultural  di Papua Barat  perlu digali untuk  mencari gagasan-gagasan  lokal yang dapat dijadikan media pemersatu bangsa ke depan.

Sarana untuk membangun harmoni  dan meningkatkan pembangunan di Papua Barat ini penting dilakukan agar kemakmuran rakyat dapat dicapai dalam NKRI  tercinta.

 “Jadi  sekali lagi untuk membangun  Center of Exelence  itu membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas  disertai kerja sama untuk mencapai tujuan,”kata  Nur Syam. ***

Editor : Laksito Adi Darmono