logo

KPK Tetapkan Bupati Malang RK Tersangka Korupsi

KPK Tetapkan Bupati Malang RK Tersangka Korupsi

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang
11 Oktober 2018 21:33 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id -  

JAKARTA: Setelah menetapkan tersangka sejumlah anggota DPRD Malang, Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan pula sebagai tersangka Bupati Malang Rendra Kresna. Menurut Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, di Jakarta, Kamis (11/10/2018), RK (Rendra Kresna), diduga menerima suap maupun gratifikasi yang nilainya mencapai total Rp7 miliar dari dua kasus yang disangkakan.

Saut yang didampingi Jubir KPK Febri Diansyah menyebutkan, pada perkara pertama RK jadi tersangka tindak pidana korupsi berupa dugaan suap terkait penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan di Dinas Pendidikan Kabupaten Malang.

Selain Bupati, KPK juga menetapkan AM sebagai tersangka kedua. AM merupakan tersangka yang disebut dari pihak swasta. "Tersangka RK diduga menerima suap dari AM sebesar Rp 3,45 miliar penyediaan sarana penunjang peningkatan mutu pendidikan di Dinas Pendidikan Kabupaten Malang tahun anggaran 2011," tutur Saut Situmorang.

Uang suap diduga untuk membayar hutang dana kampanye Pilkada. Rendra Kresna juga ditetapkan tersangka dalam perkara kedua yakni dugaan menerima gratifikasi bersama tersangka EAT (swasta).

Di perkara kedua ini, Bupati Malang dua periode itu diduga menerima gratifikasi mencapai Rp 3,55 miliar yang kaitannya dengan beberapa proyek di beberapa Dinas di Kabupaten Malang.

Menanggapi penetapan dirinya sebagai tersangka korupsi dan suap, RK justru berpesan bahwa roda pemerintahan harus tetap berjalan meskipun dirinya sudah tak lagi menjabat sebagai orang nomor satu di Kabupaten Malang.

RK menyebutkan meskipun tanpa dirinya, masih ada wakil Bupati, Sekda dan jajaran pejabat lainya yang bisa tetap menjalankan roda pemerintahan. Dia meminta jangan terpengaruh dengan apapun yang terjadi pada dirinya. "Pelayanan masyarakat harus tetap jalan. Jangan sampai terpengaruh dengan status yang saya hadapi. Masih banyak hal yang harus segera diselesaikan. Kami punya sumpah jabatan yang isinya akan memberikan pelayanan yang terbaik. Komitmen itu harus tetap dijaga dan dilaksanakan. Bupati bukanlah segala-galanya dan prestasi dicapai atas usaha bersama," katanya.

RK mengakui masih ada sejumlah program kerja ataupun pembangunan yang harus terus dilanjutkan. "Hakekatnya bupati bukan segala-galanya. Pada dasarnya juga yang namanya prestasi dan sebagainya itu dicapai dengan bersama-sama. Saya sudah menyampaikan dalam rapat itu," katanya.

RK yang baru sekitar dua tahun menjabat di periode keduanya itu menegaskan, juga mengingatkan programnya, Kawasan Ekonomi Khusus Singosari yang telah diusulkan harus diwujudkan dan diyakini akan mempercepat perkembangan ekonomi, bukan hanya Singosari tetapi berdampak pada Malang Raya dan Jawa Timur. "Kawal terus, dan harus bisa terwujud," tegasnya.

Editor : B Sadono Priyo