logo

Wali Kota Bantu Uang Kontrak Rumah 21 KK Korban Kebakaran Klender

Wali Kota  Bantu Uang Kontrak Rumah  21 KK Korban Kebakaran  Klender

11 Oktober 2018 10:22 WIB
Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - JAKARTA: Wali Kota Jakarta Timur M. Anwar Rabu (10/10/2018) datang ke Posko Kebakaran di RT 002/03 Kelurahan Klender untuk membantu para korban kebakaran setempat yang ditampung di tenda.

Kedatangan Wali Kota Anwar bersama Kepala BAZIS Jakarta Timur Dwi Busara itu disambut warga dan Sekretaris Lurah Klender Artika Ristiana.

Sebanyak 21 KK korban kebakaran di Kampung Pertanian tersebut mendapat bantuan Rp2 juta per KK sehingga totalnya Rp42 juta.
"Pekan lalu saya sudah meninjau kemari. Nah sekarang kami datang untuk membantu kontrakan rumah. Sebab di tenda penampungan sini sudah diperpanjang dan besok terakhir," kata Wali Kota Anwar.

Ditekankan oleh WaliKota,    pada musim kemarau berkepanjangan ini harus hati dengan listrik dan api.
"Kabel listrik harus diperiksa sambungannya,  juga apakah kabelnya sudah standar SNI. Jangan sampai ada yang nggantol (mencuri) itu berbahaya," ujar Anwar memperingatkan.
Namun nanti bila musim hujan tiba warga juga diminta mewaspadai banjir.

Sementara itu  Rohandi  pengurus RW 03 Klender bersama Sekretaris Kelurahan Klender Artika Ristiana SSTP menjelaskan korban kebakaran langsung ada 16 KK. Kemudian yang terdampak 5 KK. "Jadi semua korban kebakaran ada 21 KK, atau 63 jiwa" katanya.

Kebakaran terjadi Jumat (5/10/2018) saat warga yang lelaki sedang pergi ke masjid untuk sholat Jumat.

Kepala Sudin Sosial Jakarta Timur Benny Martha ketika dihubungi suarakarya.id Kamis (11/10/2018) menjelaskan masa tanggap darurat dan jatah bantuan konsumsi bagi para korban kebakaran yang mengungsi tidak boleh melewati seminggu.

"Kemarin sudah diberi  bantuan uang oleh Bapak Wali Kota,  sehingga para pengungsi sudah bisa mencari kontrakan. Jadi kalau sudah kosong tenda  akan dbongkar," ujar Benny.

Dwi Busara selaku Kepala  BAZIS Jakarta Timur menjelaskan bantuan itu masuk pos bantuan sosial bencana. Prosesnya diajukan oleh Kelurahan kepada Walikota atau BAZIS Jakarta Timur. Namun hari Senin (8/10) baru dapat data yang akurat mengenai jumlah korban.  Berdasarkan data tersebut dimintakan persetujuan ke BAZIS Provinsi DKI Jakarta baru cair dananya. ***