logo

Soal Legalisasi Becak Di Jakarta, Ketua DPRD Tidak Bisa Putuskan Sendiri

Soal Legalisasi Becak Di Jakarta, Ketua DPRD Tidak Bisa Putuskan Sendiri

Becak Dari Jawa Tengah Menyerbu Ke Jakarta, mereka mangkal di sejumlah titik di Jakarta Utara.
11 Oktober 2018 07:15 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Wakil Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta Prabowo Soenirman memastikan pihaknya secara terbuka akan menerima usulan legalisasi becak dalam revisi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 8 tahun 2007 tentang Ketertiban Umum (Tibum).

"Becak bisa dilegalkan asal dengan syarat-syarat yang ketat serta diatur dengan benar," kata Prabowo di gedung DPRD DKI.

Sebelumnya, Ketua DPRD DKI Prasetyo Edi Marsudi menolak revisi Perda Nomor 8 Tahun 2007 yang akan mengakomodasi operasional becak.

Menanggapi hal tersebut, Prabowo mengatakan, penolakan itu tidak bisa dilakukan sendiri oleh Prasetyo. Namun hal itu harus disepakati bersama-sama oleh semua anggota DPRD DKI Jakarta yang berjumlah 106 orang.

"Itu kan nggak bisa sendiri ditolak Ketua DPRD, kami juga  harus diajak bicara sebagai anggota dewan. Jadi engga bisa semata-mata menolak, di paripurna bisa divoting itu," ujar Anggota Komisi B DPRD DKI ini.

Namun Prabowo mengaku hingga saat ini belum menerima draf berisi revisi tersebut.

"Belum belum, belum menerima draf tersebut," kata Prabowo menambahkan. Prabowo juga menolak bila revisi Perda ini dinilai hanya untuk memuluskan janji kampanye Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada saat Pilkda DKI 2017 lalu.

Menurutnya, Anies merombak aturan ini untuk menata kembali becak agar bisa bersaing dengan moda trasportasi lainnya di Jakarta. Sebab becak dirasa masih banyak warga DKI Jakarta yang membutuhkan moda transportasi itu.

"Salah satunya (pemenuhan janji kampanye) tapi tetap sebagaian masyarakat ada yang membutuhkan itu. Untuk urgensinya ya paling tidak mengakomodir keinginan masyarakat yang tidak tertampung dengan transportasi yang ada," kata Prabowo.

Saat ini, ada sebanyak 1.685 unit becak yang sudah beroperasi di Jakarta. Dengan rincian, ada 185 di kawasan Jelambar dan Bandengan, Jakarta Barat.

Kemudian, sebanyak 1.460 unit becak tersebar di kawasan Jakarta Utara, yakni Pademangan, Teluk Gong, Muara Baru, Tanah Pasir, Koja, Semper Barat, Tanjung Priok, Kalibaru dan Muara Angke.

Lalu ada 40 unit becak yang beroperasi di wilayah Jakarta Timur. Antara lain di Jatinegara, Cakung, Pulogadung dan Matraman.

Masing-masing becak dipasangi stiker sebagai tanda mereka telah didata dan boleh beroperasi. Namun, ribuan becak tersebut tetap dilarang beroperasi di jalan protokol.

Editor : Yon Parjiyono