logo

Pemeriksaan Amien Rais,Romahurmuziy Sebut Pengerahan Massa Berlebihan

Pemeriksaan Amien Rais,Romahurmuziy Sebut Pengerahan Massa Berlebihan

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy
10 Oktober 2018 20:36 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy (Rommy) menyebut pengerahan massa ke Polda Metro Jaya saat pemeriksaan Amien Rais, adalah sesuatu yang berlebihan. Pengerahan massa tersebut justru menunjukkan sikap tidak bersahabat terhadap pemeriksaan terkait penyebaran berita hoax yang melibatkan Ratna Sarumpaet.

"Padahal itu pemeriksaan biasa. Saya yakin Amien Rais adalah orang yang berpengalaman masak menghadapi penyidik harus mengerahkan massa," ujar Rommy, disela-sela menghadiri Lokakarya Politik, Strategi Pemenangan Pemilu 2019 di Sahid Jaya Hotel Solo, Jawa Tengah, Rabu (10/10/2018).

Menurut Rommy, sebagai warga biasa semua memiliki kedudukan yang sana di depan hukum. Jika penegak hukum memerlukan untuk datang maka harus datang.

"Tidak perlu berapologi. Terkait kasus Ratna Sarumpaet, pernah saya katakan tuntaskan setuntas tuntasnya. Jangan sampai masalah ini mengendap," katanya.

Karena kasus tersebut menyangkut kebohongan besar atau mega hoax. Terkait momen tersebut pihaknya telah mengusulkan bahwa tanggal 3 Oktober sebagai hari hoax internasional.

"Tidak cukup kebohongan dibiarkan begitu saja. Apakah ini bagian dari skenario, harus dibongkar," ujarnya.

Sementara itu disinggung tentang PPP khittah, Rommy mengatakan mereka yang menyebut diri PPP khittah hanyalah sekumpulan Caleg yang gagal maju ke Senayan pada tahun 2014.

"Jumlah mereka sedikit tidak signifikan. Dulu mereka pendukung Djan Faridz yang saat ini sudah jelas tidak masuk dalam PPP. Mereka sekelompok orang yang jumlahnya sedikit tidak berdampak politik sama sekali," pungkasnya. ***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto