logo

Dapat Suguhan Gudeg Ayam, Nasi Jamblang Dan Timbel, Amien Sanjung Polisi Usai Jalani Pemeriksaan

Dapat Suguhan Gudeg Ayam, Nasi Jamblang Dan Timbel, Amien Sanjung Polisi Usai Jalani Pemeriksaan

Mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais (keempat dari kanan) usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus ujaran kebohongan Ratna Sarumpaet di Polda Metro Jaya, Rabu (10/10/2018). (Antara)
10 Oktober 2018 20:21 WIB
Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - JAKARTA: Mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais menyanjung penyidik Polda Metro Jaya usai menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus ujaran kebohongan Ratna Sarumpaet.

"Saya merasa dihormati, dimuliakan oleh para penyidik dan betul-betul rasanya akrab penuh tawa penuh canda, dan lain-lain," kata Amien Rais di Jakarta, Rabu (10/10/2018).

Amien menuturkan menjalani pemeriksaan hampir enam jam namun separuhnya untuk kegiatan makan, shalat, dan membicarakan hal lain.

"Jadi itu demikian 'smooth' demikian bagus pertanyaannya itu 'straight' (secara langsung) tidak muter-muter, menjebak itu tidak ada, saya terima kasih sekali," tutur Ketua Dewan Kehormatan PAN itu.

Amien juga mengaku menyantap menu gudeg ayam untuk makan siang dan nasi jamblang, serta nasi timbel. Bahkan makan siang didampingi tim dokter Polri termasuk pemeriksaan tekanan darah normal 120 per 80.

Antara melaporkan, terkait pemeriksaan, pria yang dikenal tokoh reformasi itu mengaku diberikan 30 pertanyaan dari penyidik perihal pengakuan bohong Ratna Sarumpaet.

         Disambar Halilintar

Pengacara Eggy Sudjana menyebutkan mantan Ketua MPR Amien Rais terkejut bagai disambar halilintar ketika mengetahui aktivis Ratna Sarumpaet berujar bohong soal pengeroyokan.

"Apa pandangan Pak Amien setelah tahu Ratna bohong Pak Amien bilang saya seperti disambar halilintar saya merasa dibohongi saya kecewa berat," kata Eggy yang mendampingi Amien selam pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Rabu.

Eggy mengatakan penyidik sempat menanyakan orang yang menyuruh jumpa pers soal tanggapan terhadap pengakuan Ratna yang dianiaya orang tidak dikenal.

Namun Eggy menuturkan tidak ada orang yang menginisiasi gelar konpers menanggapi pengakuan Ratna lantaran awak media sudah menunggu di rumah Prabowo Subianto kawasan Kartanegara Jakarta Selatan.

Saat jumpa pers, Eggy mengungkapkan seluruh tim pemenangan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno cukup yakin Ratna Sarumpaet menjadi korban penganiayaan.

Amien dituturkan Eggy, yakin Ratna dianiaya sehingga muncul aksi spontanitas dan solidaritas karena Ratna masuk struktur pemenangan Prabowo-Sandiaga.

Amien juga menurut Eggy, menganggap Ratna Sarumpaet sebagai "anak buah" yang dihina dan diinjak jadi spontanitas.

"Tidak ada motif atau niat buruk kita untuk mempolitisasi keadaan sehingga menjadi keruh karena yang dikhawatirkan kepolisian dampak konpers itu yg membuat tuduhan pihak sebelah atau siapapun," ucap Eggy.

Eggy menjelaskan Prabowo juga menyarankan Ratna melapor ke polisi dan menjalani visum agar jelas aksi penganiayaan, namun perempuan aktivis itu takut, serta menyatakan tidak perlu lantaran pesimis kalau lapor polisi.

Pada kesempatan itu, Eggy menyatakan kepolisian menghormati Amien Rais yang menjalani pemeriksaan di bekas ruangan Kapolda Metro Jaya sehingga nyaman.

"Jadi ini bukti penghormatan kepada Amien Rais karena diberi pengantar bapak adalah bapak bangsa ," kata Eggy.

             Ratna

Sementara itu tersangka kasus ujaran kebohongan aktivis Ratna Sarumpaet menjalani pemeriksaan kesehatan termasuk psikologi di gedung Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Metro Jaya, Rabu.

Saat ditemui awak media di Jakarta, Ratna Sarumpaet yang turun dari mobil Jatanras dan mengenakan baju tahanan mengatakan dirinya dalam kondisi sehat.

"Sehat, sehat," ujar Ratna sembari menuju gedung Biddokkes dengan pengamanan aparat.

Dalam keterangan terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono mengatakan Ratna Sarumpaet menjalani pemeriksaan rutin tim dokter kepolisian.

"Pemeriksaan kesehatan, di dalamnya ada pemeriksaan psikologi," kata Argo.

Sebelumnya, Ratna mengaku cerita pengeroyokan itu merupakan informasi bohong dan sama sekali tidak terjadi.

Terkait hal itu, anggota Polda Metro Jaya menangkap Ratna Sarumpaet saat hendak terbang ke Chili di Terminal 2 Bandara Internasional Soekarno-Hatta Tangerang Banten pada Kamis (4/10).

Polisi telah menetapkan tersangka terhadap Ratna yang dijerat Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 46 tentang peraturan hukum pidana dan Pasal 28 juncto Pasal 45 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. ***