logo

Indonesia-Polandia Sepakat Eksplorasi Peluang Kerja Di Polandia

Indonesia-Polandia Sepakat Eksplorasi Peluang Kerja Di Polandia

Kepala BNP2TKI Nusron Wahid (tengah). (foto, ist)
04 Oktober 2018 14:17 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Indonesia dan Polandia sepakat untuk mengeksplorasi lebih jauh kerja sama di sektor tenaga kerja. Indonesia dinilai memiliki cukup banyak skilled workers, di bidang industri galangan kapal dan perikanan.

 

Sementara itu, Polandia sangat membutuhkan tenaga terampil di dua bidang tersebut.

Kesungguhan kedua pihak ditandai kesepakatan untuk mengadakan koordinasi ke berbagai instansi di dalam negeri masing-masing. Setelah itu akan dilanjutkan dengan pertemuan para pejabat senior serta kalangan swasta kedua negara di Warsawa, Polandia awal tahun depan.

Kesepakatan tercapai dalam pertemuan antara Deputi Menteri Negara pada Kementerian Kemaritiman dan Navigasi Antar Darat Polandia Anna Moskwa dan Kepala BNP2TKI Nusron Wahid, di Jakarta, Kamis (4/10/2018).

Anna Moskwa didampingi Dubes Polandia untuk Indonesia Beta Stozynska, sedangkan Nusron Wahid disertai Sestama BNP2TKI Tatang Budie Utama Razak. Pada kesempatan itu, Nusron memberi gambaran kepada tamunya, perjanjian yang akan dicapai kedua pihak adalah antara swasta dan swasta (P to P).

Perjanjian tersebut akan dipayungi pemerintah kedua negara. Tatang Razak menambahkan, pihaknya dalam beberapa waktu mendatang akan mengadakan pertemuan dengan perusahaan-perusahaan penyedia jasa tenaga kerja. Hasil pertemuan akan disampaikan kepada Jakub Janas, Konsul pada Kedubes Polandia di Indonesia.

“Kemudian Jakub akan menyampaikan ke pemerintahnya dan kami akan memperoleh umpan balik," jelasnya.

Dengan cara tersebut, maka pertemuan antara delegasi Indonesia dan Polandia di Warsawa pada tahun depan, diharapkan dapat berorientasi kepada hasil. Baik Anna Moskwa maupun mitranya dari Indonesia menyadari, masih banyak hal yang harus diatasi mengingat kedua negara belum pernah membangun kerja sama di bidang ketenagakerjaan.

Masalah itu misalnya, visa, asuransi, akomodasi, subtansi kontrak kerja, upah, kualifikasi keterampilan dan sebagainya.

Editor : Yon Parjiyono