logo

Warga Biatan Baru Nikmati Air Bersih Berkat Solar Cell

Warga Biatan Baru Nikmati Air Bersih Berkat Solar Cell

Teknologi Solar Cell. (foto,ist)
01 Oktober 2018 20:44 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Pada era industri 4.0 dewasa ini tidak hanya tehnologi internet yang masuk kampung, untuk membantu rakyat desa menjual barang dan produksi desa dengan sistem online. Kini, teknologi solar cell pun sudah bisa dinikmati hasilnya di kampung.

Ketua Tim Pakar Kemendes PDTT Haryono Suyono, di Jakarta, Senin (1/10/2018) menerangkan, teknologi lain yang masuk kampung, terproses melalui dua bagian. Dibawa penduduk kota yang pulang kampung, atau ada juga dibawa pedagang yang sengaja memperluas pasar.

Mereka mengajak penduduk kampung memanfaatkan tehnologi canggih untuk konsumsi. Ada pula untuk meningkatkan kemampuan produksi dan penghasilan rakyat.

Haryono menjelaskan, Kampung Biatan Baru di Kalimantan Timur, saat ini bukan kampung kecil karena dihuni sedikitnya 564 kepala keluarga (KK). Itu berkat adanya teknologi solar cell.

Sebelum dipasang solar sel penduduk kampung ini sangat sulit mendapatkan air bersih. Untuk memperoleh air bersih, warga harus menmpuh jarak sekitar dua kilometer ke kampung tetangga.

Sulitnya mendapatkan air bersih, membuat banyak warga migrasi keluar kampung. Alhasil, jumlah Kepala Keluarga (KK) menyusut dari 215 KK menjadi 165 KK atau sekitar 564 jiwa pada tahun 2017.

Melalui musyawarah desa, cerita mantan Menko Kesra dan Taskin itu, warga akhirnya mampu untuk memanfaatkan sinar matahari, yang melimpah di wilayah tersebut dengan menggunakan teknologi solar cell (sel surya). Teknologi itu untuk mendapatkan tenaga listrik guna mengambil air bersih.

Musyawarah Kampung Biatan Baru yang diadakan sepakat dan memasukkan ke dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Kampung (APBKam). Pemerintah Kampung menerbitkan surat persetujuan pengadaan solar cell melalui sistem lelang.

Pemenang lelang harus memberi garansi selama satu tahun. Solar cell dipasang di sekitar 100 meter dari sumber air. Kontraktor juga membangun fasilitas penunjang agar air bisa sampai ke rumah warga. Yakni 3 unit penampung air, 1 unit mesin penghisap air, 1 unit pendorong air, pipa penyalur air, dan kabel penghubung aliran listrik.

Kini setiap rumah warga menikmati air bersih langsung secara gratis. Pemanfaatan solar cell mampu menghemat biaya operasional hingga 40 prosen dibandingkan penggunaan mesin diesel. Termasuk menghemat tenaga operasional karena hanya butuh 4 orang. Sedangkan dengan mesin diesel dibutuhkan 12 tenaga kerja.

Haryono berharap, kalau penduduk kampung sudah membangun BUMDes, maka pemanfaatan tenaga listrik tidak hanya untuk memperoleh air bersih saja. Dapat dioptimalkan untuk menghasilkan produk desa, yang laku jual dan menguntungkan. Sehingga, kesejahteraan dapat lebih ditingkatkan.

Editor : Gungde Ariwangsa SH