logo

Wapres JK Diberitakan Bertemu "Rahasia" Dengan PM Israel Netanyahu

Wapres JK Diberitakan Bertemu

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyampaikan pernyataan Indonesia di sesi Debat Umum Sidang Majelis Umum PBB ke-73 di Markas Besar PBB, New York, Kamis (27/9/2018). (Antara/Reuters)
01 Oktober 2018 17:55 WIB
Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - JAKARTA:  Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu diberitakan bertemu secara rahasia di New York, Amerika Serikat, di sela-sela Sidang Umum Tahunan PBB.

Terkait akan hal itu, Juru Bicara Wapres Husain Abdullah mengatakan belum mengetahui secara pasti informasi pertemuan antara Wapres Jusuf Kalla dan PM Netanyahu.

"Yang saya tahu, selama mengikuti agenda Sidang Umum PBB, Pak JK bertemu dengan Ratu Maxima, selain itu juga bertemu Wapres AS. (Pertemuan) Dengan Netanyahu saya belum dapat pastinya, karena saat di PBB hampir semua pimpinan pemerintahan hadir, saling bertemu satu sama lain," kata Husain dalam pesan singkat yang diterima di Jakarta, Senin (1/10/2018).

Husain, yang turut mendampingi Wapres JK di Sidang Umum PBB, menambahkan dalam pertemuan informal dengan sejumlah kepala negara tersebut tidak menutup kemungkinan Wapres bertemu dengan PM Netanyahu secara tidak sengaja.

"Tentu saja bisa terjadi mungkin sekedar salaman atau berbincang informal di sela-sela agenda Sidang Umum lalu dibesar-besarkan media Israel. Jadi saya belum jelas betul," ujar Husain seperti dikutip Antara.

Sementara itu, media daring The Jerusalem Post mengunggah sebuah berita berjudul "Netanyahu Met with Indonesian Vice President". Pertemuan tersebut sedianya dilakukan secara tertutup, namun media Radio Tentara Israel melaporkan pertemuan tersebut.

"Perdana Menteri Benjamin Netanyahu melakukan pertemuan rahasia dengan Wakil Presiden Indonesia di New York," demikian diberitakan The Jerusalem Post, Minggu (30/9).

Dalam pemberitaan itu disebutkan Indonesia memang tidak memiliki hubungan diplomatik secara resmi dengan Israel, namun kedua negara memiliki kerja sama perdagangan dan pariwisata. Pemerintah Israel pun belum memberikan pernyataan terkait berita pertemuan "rahasia" tersebut. ***