logo

Desa Sei Tawar, Manfaatkan Pantai Untuk Budidaya Kerang Kepiting

Desa Sei Tawar,  Manfaatkan Pantai Untuk Budidaya Kerang Kepiting

Tepian pantai Labuhan Batu. (foto, ist)
30 September 2018 19:06 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Ketua Tim Pakar Menteri Desa Haryono Suyono, di Jakarta, Sabtu (29/9/2018) mengungkapkan, dirinya memperoleh laporan dari Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Labuhan Batu, Sumatera Utara Aidil Syukri bahwa banyak desa yang memiliki tepian laut di sekitarnya, tetapi tidak memanfaatkan secara optimal.

Sebuah inovasi yang menarik terjadi di Desa Sei Tawar di Kabupaten Labuan Batu. "Di desa ini penduduknya selalu bebenah dan mengembangkan inovasi, guna memanfaatkan keadaan alam di tepi pantai," tutur Haryono.

Dijelaskannya, penduduk desa mengembangkan pemanfaatan wilayah tepi pantai sebagai pusat budidaya kerang dan kepiting. Secara langsung, usaha ini dijadikan program yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sei Tawar Berkarya yang baru saja terbentuk.

Upaya ini didasarkan alasan bahwa budidaya kerang dan kepiting telah menjadi mata pencaharian alternatif warga desa, yang sebagian besar berprofesi sebagai nelayan. Gagasan itu,  awalnya dibahas dalam Musyawarah Desa Sei Tawar pada tahun 2017. Masyarakat desa yang mayoritas berprofesi nelayan mengusulkan, agar pemanfaatan dana desa lebih diprioritaskan untuk menggerakan ekonomi desa.

Sebagai nelayan, mereka kadang menghadapi kendala cuaca buruk, sehingga tidak melaut. Untuk itu, pemerintah desa perlu mengembangkan lapangan usaha alternatif, untuk mata pencaharian tambahan selain melaut.

Menanggapi aspirasi warga, Kepala Desa Sei Tawar mengajak Pendamping Desa terlibat dalam pengembangan ekonomi masyarakat. Pilihannya jatuh pada pengembangan BUMDes sesuai dengan program prioritas Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT).

Musyawarah Desa sepakat mendirikan BUMDes. Unit usaha yang dijalankan adalah budidaya kerang dan kepiting, karena desa ini memiliki potensi tepian pantai yang cocok. Musyawarah Desa sepakat mengalokasikan Dana Desa sebesar Rp. 332.655.000,- sebagai penyertaan modal. Masyarakat Desa menyambut baik hasil musyawarah.

Pada awal 2018, Unit usaha budidaya kerang sudah berjalan, kemudian dilanjutkan budidaya kepiting setelah perlengkapan budidaya siap digunakan. Berkat pengalaman melakukan budidaya kerang, pengurus BUMDes mengembangkan unit-unit usaha untuk mengembangkan potensi Desa Sei Tawar.

Pada tingkat awal kelihatan hasilnya sangat membesarkan hati dan pantas dipelajari oleh daerah lain yang memiliki infrastruktur serupa. "Semoga juga menguntungkan rakyat banyak," ujar Haryono.

Editor : Yon Parjiyono