logo

Indonesia Dan Kamboja Berkomitmen Tingkatkan Kerja Sama Pendidikan

Indonesia Dan Kamboja Berkomitmen Tingkatkan Kerja Sama Pendidikan

29 September 2018 13:23 WIB
Penulis : Gungde Ariwangsa SH

SuaraKarya.id - PHNOM PENH: Globalisasi telah membuat para pelajar dan pengajar untuk melakukan mobilitas untuk membekali diri dengan ilmu pengetahuan, keterampilan, dan jejaring keberbagai belahan dunia.  Bagi Indonesia dan Kamboja, hubungan ini telah dijalin sejak jaman Kerajaan Medang/Mataram Kuno  di Jawa dan Kerajaan Sriwijaya di Sumatera yang telah menerima pelajar dan pengajar dari Kerajaan Khmer di Kamboja. 

Hal tersebut disampaikan oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Kerajaan Kamboja, Sudirman Haseng pada pembukaan Education Fair (EDUFAIR) 2018 di Gedung K-L, Koh Pich Exhibition Centre, Phnom Penh.  Masih menurut Dubes Sudirman Haseng, perkembangan kerja sama pendidikan Indonesia dan Kamboja pada era modern dimulai oleh hubungan yang cukup erat antara Presiden Sukarno dan Raja Norodom Sihanouk.  Saat ini, terdapat sejumlah 200 mahasiswa Kamboja yang menempuh jenjang pendidikan di Indonesia.  Untuk itu diharapkan hubungan yang sudah terjalin sangat baik oleh kedua negara dapat terus ditingkatkan, terutama di sektor pendidikan.

KBRI Phnom Penh dalam siaran persnya melaporkan, pembukaan Edufair 2018 juga dihadiri oleh Guest of Honor,  Yok Ngoy, selaku Secretary of State dari Kementerian Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kerajaan Kamboja, dan menyampaikan perlunya dukungan Pemerintah Indonesia dan instistusi pendidikan di Indonesia untuk bekerja sama dalam rangka meningkatkan sumber daya manusia di Kamboja.  Kerja sama tersebut diharapkan dapat membantu para pelajar Kamboja yang berbakat dijenjang pendidikan tinggi, terutama bagi yang kurang beruntung dari segi pembiayaan untuk mendapatkan beasiswa.

Dalam kesempatan tersebut, perwakilan dari Kementerian Ristek Dikti, Purwanto Subroto menyampaikan presentasi terkait sistem pendidikan tinggi di Indonesia yang mempunyai kemiripan dengan Kamboja, serta memperkenalkan 13 universitas negeri dan swasta turut berpartisipasi pada Edufair 2018.  Turut meramaikan pembukaan antara lain presentasi dari perwakilan universitas negeri dan swasta di Indonesia, yaitu Universitas Airlangga dan Universitas Bina Nusantara serta sesi diskusi yang dipandu oleh Kemenristek Dikti.

Acara pembukaan Edufair 2018 dihadiri oleh peserta dari berbagai perwakilan universitas, mahasiswa dan sekolah menangah utama di Kamboja, yang secara antusias menanyakan sistem pendidikan di Indonesia serta kesempatan untuk beasiswa pada jenjang pendidikan yang lebih tinggi. ***