logo

Hanif Dhakiri: Dari 133 Juta Angkatan Kerja, 58 Persen Lulusan SMP

Hanif Dhakiri: Dari 133 Juta Angkatan Kerja, 58 Persen Lulusan SMP

Menteri Tenaga Kerja (Menaker) Muhamad Hanif Dhakiri membuka Job Fair Nasional di BBPLK Cevest Bekasi, Rabu (19/9/2018).
19 September 2018 16:00 WIB
Penulis : Muhajir

SuaraKarya.id - BEKASI: Penempatan tenaga kerja di sejumlah perusahaan masih mengalami kendala. Hal itu, dipengaruhi oleh tingkat kelulusan  yang rendah.

"Dari 133 juta angkatan kerja, 58 an persennya lulusan sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP). Ini kan problem, mau masuk perusahaan tidak cukup skill. Akhirnya, bekerja di sektor informal," kata Menaker Muhamad Hanif Dhakiri, saat membuaka Job Fair Nasional di BBPLK Cevest, di Bekasi, Rabu (19/9/2018).

Kendati demikian, Kementerian Tenaga Kerja (KemNaker) terus mendorong pelatihan kerja bagi masyarakat kelulusan SD maupun SMP.

"Dulu, mau masuk ke BLK terkena syarat umur dan kelulusan (SMA). Tapi sekarang tidak ada syarat kelulusan, siapa saja bisa masuk BLK, sehingga mereka memiliki kesempatan kerja dan wirausaha," ujarnya.

Hanif mengatakan, lapangan kerja (penyerapan) setiap tahunnya terserap. Tak kurang dari 2 juta angkatan kerja. Penyerapan dan penempatan kerja ini tersebar di semua sektor seperti jasa, manufaktur, perdagangan dan pertanian.

"Mereka bekerja di perusahaan domestik," ujarnya.

Hanif menambahkan, KemNaker telah mempersiapan tenaga kerja untuk meningkatkan akses dan profesional tranning maupun skil yang sesuai dengan kebutuhan pasar kerja baru.

"Kita telah membuat kebijakan dan program bernama treeple skilling. Artinya, orang yang tidak memiliki skill mendapatkan program tersebut," katanya. Dharma***