logo

Peserta Akademi Desa 4.0 Mendapat Kuliah Pembentukan BUMDes

Peserta Akademi Desa 4.0 Mendapat Kuliah Pembentukan BUMDes

Peserta pelatihan Akademy 4.0. (foto, ist)
21 September 2018 10:24 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - SURABAYA: Dalam rangkaian peresmian Akademi Desa 4.0 oleh Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo di Surabaya, Ketua Tim Pakar Mendes PDTT Haryono Suyono didampingi Abdullah Kamil secara khusus melakukan pembekalan kepada peserta Akademi Desa 4.0.

Mereka berasal dari berbagai Desa di Indonesia. Antara lain dari Desa Kabupaten Sampang, Sumenep, Malang, Tulung Agung dan Blitar di Pusat Pelatihan Kementerian Desa PDTT di Yogyakarta. Pelatihan yang diberikan dimaksudkan untuk mencoba bahan latih, yang di kemudian hari akan digunakan sebagai bahan baku untuk Akademi Desa, yang diselenggarakan di seluruh Indonesia.

Pelatihan di Yogyakarta yang disaksikan oleh Wakil Kepala Balai Pelatihan Yogyakarta Haru, pelatih senior dari Balai itu, serta wakil Rektor MMTV di Yogyakarta Nunuk Parwati, diharapkan bisa ikut mengembangkan bahan latih. Dengan ilustrasi lapangan berupa video, yang disiapkan mahasiswa MMTC di Yogyakarta.

Sebagai sumbangan untuk pemberdayaan punggawa desa, sebagai pelaksana pembangunan desa dan masyarakatnya. Sementara itu, materi yang diusung Haryono Suyono dalam kuliah sekaligus mengetes bahan ajar Akademi Desa itu meliputi perubahan era industri 4.0, yang mengharuskan revolusi di segala bidang oleh pembangunan untuk mengimbangi perubahan yang sangat cepat dewasa ini.

Desa diharapkan tidak tinggal diam tetapi mengikuti proses revolusi dan ikut serta secara cepat mengadakan perubahan dalam membangun desa dan masyarakatnya. Sehingga, keluarga desa tidak selalu tertinggal tetapi maju pesat memanfaatkan momentum perubahan ekonomi dan penggunaan tehnologi, yang serba cepat terjadi di segala lapangan industri.

Utamanya menyiapkan diri agar terbawa dan mengambil kesempatan arus deras, yang penuh dengan kesempatan. Masyarakat desa yang kaya dengan sumber daya tidak tinggal diam. Namun, maju dengan komitmen tinggi, untuk segera bergerak meningkatkan pendidikan, ketrampilan, penggunaan tehnologi informasi dengan cekatan, serta menggandeng secara aktif mengolah sumberdaya alam yang melimpah.

Tentunya dengan tetap menjaga kelestarian untuk anak cucu di kemudian hari. Keluarga desa menggalang persatuan dan kesatuan di antara sesama, sekaligus berkolaborasi dengan jajaran yang siap bekerja sama mengolah lahan dan sumber daya desa.

Untuk sebesar-besar kemajuan dan kesejahteraan yang membawa manfaat dan tidak merusak alam dan menjaga kelestarian lingkungan untuk anak cucu di kemudian hari. Paparan yang memikat itu telah membawa para peserta melihat masa depan dengan optimisme yang tinggi dan kesiapan membangun desa dan masyarakatnya.

Editor : Laksito Adi Darmono