logo

Nama-Nama Beken Akan Ramaikan Bursa Ketua Kwarnas

Nama-Nama Beken Akan Ramaikan Bursa Ketua Kwarnas

19 September 2018 23:59 WIB
Penulis : AG. Sofyan

SuaraKarya.id - JAKARTA: Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka akan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) ke-10 yang berlangsung pada 25-29 September 2018 di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Kegiatan ini akan diikuti Ketua dan delegasi Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka seluruh Indonesia, serta delegasi Kwarnas Gerakan Pramuka.

"Munas digelar sebagai forum tertinggi Gerakan Pramuka yang dilaksanakan setiap lima tahun. Di dalamnya dibahas rencana strategis Gerakan Pramuka selama lima tahun ke depan, AD/ART, dan lain-lain. Jadi, bukan hanya pemilihan Ketua Kwarnas semata," ujar Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault di Kantor Kwarnas Gerakan Pramuka, Jakarta Pusat, Rabu (19/9/2018).

Namun tetap saja dalam sebuah organisasi besar dan cukup berpengaruh, pemilihan "top leader" menjadi sebuah keniscayaan dan sesi menarik bagi pemegang hak suara sah.

Selain sang petahana Adhyaksa Dault yang dikenal pernah dipercaya sebagai Menpora kembali mengikuti kontestasi sebagai Ketua Kwarnas, nama-nama beken yang telah menyerahkan berkas kelengkapan administrasi lainnya antara lain, Budi Waseso yang kini menjadi Kepala Bulog, Dede Yusuf Macan Effendi yang kini masih sebagai Wakil Ketua Komisi X DPR, Muhammad Herindra yang sekarang menjabat sebagai Inspektur Jenderal (Irjen) TNI, Jana T. Anggadireja, Susi Yuliati dan Suyatno yang hingga kini masih menjadi Pengurus Kwarnas.

Dalam jumpa pers, Abdul Shobur sebagai Plt Sekjen Kwarnas didampingi Hariqo Wibawa Satria, Andalan Nasional Kwarnas Gerakan Pramuka urusan Kominfo, Luqman Hakim Arifin, Andalan Nasional Kwarnas Gerakan Pramuka urusan Kominfo mengatakan, Munas kali ini mengambil tema "Gerakan Pramuka Wadah Pembentukan Kader Pemimpin Bangsa."

Maksudnya adalah Gerakan Pramuka harus terus mencetak generasi bangsa yang unggul, memiliki karakter, dan jiwa nasionalisme yang kuat. Sebab, Pramuka tidak pernah mementingkan kelompok dan berdiri di semua golongan.

"Pramuka itu merawat kehidupan. Setiap insan Pramuka bisa berdiri di atas semua golongan, selalu ada di atas semua perbedaan, baik suku, ras, budaya, dan agama. Karenanya Gerakan Pramuka punya modal besar untuk mencetak kader pemimpin bangsa," jelas Adhyaksa.

Inilah yang menurut Adhyaksa harus digali kembali, dan dikembangkan untuk dicari formulanya dalam forum Munas. Mantan Ketum KNPI ini berkeyakinan Gerakan Pramuka sangat memiliki kemampuan untuk itu. Sebab, dasar yang dimiliki oleh organisasi kepanduan ini sangat kuat, baik dari segi nilai, metode, dan tata kelola organisasi.

"Kami tentu mengundang Bapak Presiden Jokowi untuk hadir di Munas nanti. Mudah-mudahan beliau berkenan hadir di tengah kesibukan. Bagaimana pun, Pramuka adalah benteng NKRI. Pramuka adalah perekat NKR yang tak akan diragukan lagi," kata Adhyaksa.

Ketua Panitia Munas ke-10, Kodrat Pramudho menyebut pada upacara peringatan Hari Pramuka ke-57 lalu, Presiden Jokowi yang juga Ketua Majelis Pembimbing Nasional (Mabinas) Gerakan Pramuka telah menyampaikan keinginannya untuk menghadiri Munas Gerakan Pramuka. Untuk itu, pihaknya mengundang Presiden untuk hadir di agenda lima tahunan tersebut.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani selaku Ketua Harian Mabinas Gerakan Pramuka juga direncanakan akan hadir. Pejabat lainnya yang akan hadir, Wakil Presiden RI ke-6 Try Sutrisno, dan Gubernur Sulawesi Tenggara Ali Mazi. Sekretaris Jenderal Dewan Ketahanan Nasional Letjen TNI Doni Monardo juga konfirmasi akan hadir. Letjen TNI Doni Monardo akan memberikan pembekalan kepada peserta Musyawarah Nasional X Gerakan Pramuka tahun 2018 tersebut.

“Bahasan Munas adalah membahas penyempurnaan AD/ART, rencana strategis Gerakan Pramuka 2019-2024, arah kebijakan Gerakan Pramuka sampai 2045, dan pemilihan Ketua Kwarnas Gerakan Pramuka masa bakti 2018-2023 dengan cara musyawarah dan mufakat. Itu secara pokok yang akan dibahas dalam Munas Gerakan Pramuka tahun 2018,” ucap Kodrat.

Wakil Ketua Kwarnas Bidang Organisasi dan Hukum ini menambahkan, pada Munas 2018 nanti juga akan dibahas masukan dari hasil Musyawarah Pramuka Penegak dan Pandega Putra-Putri (Muspanitra) Tingkat Nasional. Muspanitra Tingkat Nasional ini akan diselenggarakan pada 22-24 September 2018 di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Kodrat Pramudho berharap, Munas nanti lebih mengedepankan musyawarah mufakat. Baginya, musyawarah mufakat menjadi pilihan yang baik dalam setiap penyelenggaraan Munas atau Musda Gerakan Pramuka.

“Cara seperti itu sesuai dengan Dasa Darma. Pramuka itu berbeda dengan organisasi lain. Di Pramuka sejatinya lebih mengedepankan musyawarah untuk mufakat dalam mencapai tujuan,” jelasnya.

Munas ke-10 Gerakan Pramuka akan diikuti oleh delegasi Kwarnas dan 34 delegasi Kwarda seluruh Indonesia. Jumlah peserta keseluruhan adalah 280 orang. Peserta peninjau dari daerah berjumlah 58 orang, ditambah peserta peninjau dari pusat yakni Andalan Nasional, Pimpinan Saka Tingkat Nasional 11 orang, dan Pimpinan Sako Tingkat Nasional sebanyak 5 orang***

Editor : Dwi Putro Agus Asianto