logo

Hakim Raden Hendro Suseno, Petenis Dengan Servis Aneh

Hakim Raden Hendro Suseno, Petenis Dengan Servis Aneh

14 September 2018 22:20 WIB
Penulis : Gungde Ariwangsa SH

SuaraKarya.id - JAKARTA: Ada yang menarik dalam Turnamen Tenis PTWP (Persatuan Tenis Warga Pengadilan) ke-XVII di Denpasar, Bali. Dari arena pertandingan di Lapangan Puputan Margarana, Niti Mandala Renon, tampak seorang pemain yang memiliki servis aneh.

Penampilan itulah yang disajikan Raden Hendro Suseno sehingga menarik beberapa pihak. Termasuk mantan pemain dan pelatih nasional Bunge Nahor. “Servis Bapak Hendro aneh dan jarang dimiki pemain lain. Dia memukul dengan belakang raket. Yang saya tahu dulu yang memiliki servis aneh adalah Alex Karamoy,” ujar Bunge pemilik klub Bunge Nahor Tennis Program.

Hendro Susesno sendiri tampil sebagai pemain dan ofisial tim PTWP Mahkamah Agung. Dia turun di nomor ganda veteran bersama Ibrahim. “Saya melakukan servis itu secara otodidak setelah belajar dari membacara beberapa buku tenis dan juga pengalaman selama bermain. Saya memukul dengan berputar ke kanan untuk membuat tipuan ke lawan. Ternyata saya mantap melakukan itu,” ujar Hendro yang mengenal tenis sejak kelas dua sekolah dasar itu.

Pria kelahiran Semarang, Jawa Tengah, 4 Maret 1958 itu belajar tenis dari kedua orangtuanya. Ketika kuliah dia berhenti bermain dan baru aktif lagi mengayunkan raket tenis setelah menjadi hakim. Dia menyukai tenis karena sesuai dengan pekerjaannya di Badan Pengawas Mahkamah Agung.

“Tenis itu merupakan permainan yang ketat dengan aturan dan sanksi. Selain itu, dengan bermain tenis bisa menjaga kesehatan dan menjalin keakraban baik lahir dan bathin dengan berbagai kalangan masyarakat. Ada juga prinsip kerja sama tim yang dalam pekerjaan hakim sangat dibutuhkan,” ucap bapak dari tiga anak itu.

Hendro juga menyebutkan, olahraga itu merupakan obatnya masyarakat. Untuk berbagai kalangan. Sehingga dia sangat terkesan dengan yel-yel dalam PTWP. “Yel-yel ‘Bola, mata, raket, tingginya sama….pukul.’ Ini sangat mengesankan buat kami khususnya saya, karena mencerminkan kesamaan,” ujarnya.

Sehari-hari dia bermain tenis di Sunday Morning Tennis Club yang bermarkas di Bekasi. Dia yang pernah memimpin klub itu dua periode berlatih setiap Jumat dan Minggu. Dari latihan ini dia mampu menjaga kesehatan dan bisa terpilih memperkuat tim PTWP Mahkamah Agung yang antara lain juga diperkuat mantan petenis nasional Edy Kusdaryanto.

“Untuk tim, Mahkamah Agung bertekad untuk mempertahankan gelar yang diraih tahun 2015. Tim PTWP MA meraih juara di Denpasar juga. Mudah-mudahan Denpasar kembali membawa berkah. Kini tim MA melaju ke semifinal,” tuturnya sambil menambahkan, lawan berat yang bisa menjadi ancaman diantaranya Jateng, Jatim dan Jabar. ***