logo

Antara Jaksa - Pembela, Beda Dalam Dan Di Luar Sidang

Antara Jaksa - Pembela, Beda Dalam Dan Di Luar Sidang

PN Jakarta Utara
14 September 2018 19:21 WIB
Penulis : Wilmar Pasaribu

SuaraKarya.id - JAKARTA: Jaksa Fedrich Adhar menyatakan di luar persidangan bisa saja dirinya kompak sekali dengan tim penasihat hukum terdakwa Lim Kim Yang, Syaiful Arifin dan Ahmad Sugandi. Tetapi di dalam persidangan setiap sisi, fakta dan indikasi berusaha digali dan dibuktikan untuk menguatkan apa yang telah didakwakan terhadap ketiga terdakwa tersebut.

Hal itu diutarakan Jaksa Fedrich Adhar ketiga ditanya hubungan dirinya dengan para penasihat hukum ketiga terdakwa usai sidang kasus penipuan dan penggelapan tersebut di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara.

“Kami profesional semua. Di dalam persidangan harus bekerja maksimal melaksanakan tugasnya masing-masing, di luar sidang kami berteman,” ujarnya di Jakarta Utara, Jum'at (14/9/2018)

Tiga terdakwa kasus penipuan dan penggelapan masing-masing Lim Kim Yang, eks General Manager (GM) PT Bilka Markin Jaya Makmur (BMJM), Ahmad Sugandi (costumer) dan Syaiful Arifin, Wakil Direktur dan Direktur CV Trimitra Kencana (TK) serta pemilik CV Tiga Saudara (TS) masih tetap dapat “menikmati” udara segar meski tengah duduk di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara.

Ketiga terdakwa yang dipersalahkan menipu korbannya sebesar Rp2,5 miliar lebih ini langsung dialihkan penahanannya dari tahanan rutan/lapas menjadi tahanan kota oleh JPU Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta Jakarta Ibnu Sahal.

Begitu juga majelis hakim PN Jakarta Utara pimpinan Jootje Sampaleng tidak membuat penetapan untuk menjebloskan ketiga terdakwa ke dalam rutan/lapas. Majelis hakim memilih mengikuti jaksa membiarkan para terdakwa bebas berkeliaran di dalam kota.

Tidak sebagaimana dilakukan majelis hakim PN Jakarta Utara lainnya pimpinan Ramses Pasaribu. Dia menjebloskan ke dalam tahanan rutan/lapas terdakwa penipuan bernama Bernard meski persidangan kasusnya sudah berlangsung beberapa kali.

Bagi majelis hakim pimpinan Ramses persidangan murah, sederhana dan lancar sesuai jadwal agaknya cukup penting. Dengan demikian, jalannya persidangan bisa dilaksanakan sesuai jadwal. Tidak perlu bergantung kepada datang atau belum tibanya di pengadilan terdakwa yang tidak ditahan tersebut.

Kejahatan penipuan yang dilakukan ketiga terdakwa tentu saja dikuatkan saksi korban The Mariana Kurniawan, Direktur PT BMJM. Dia menyebutkan perusahaannya merugi Rp 2,5 miliar akibat ulah Ahmad Sugandi, Syaiful Arifin bersekongkol dengan Lim Kim Yang.

Kesaksian memberatkan Mariana diperkuat saksi Haryo Budi Wibowo. Dia menyebut ada upaya damai dari para terdakwa. Namun tidak terealisasi secara keseluruhan sebagaimana diharapkan.

Dalam surat dakwaan Jaksa Ibnu Sahal yang dibacakan Fedrich Adhar, ketiga terdakwa melakukan serangkaian persekongkolan dan tipu daya untuk memperdayai korbannya. Atas perbuatan tersebut, para terdakwa dijerat Pasal 378 KUHP dan Pasal 372 KUHP.

Editor : Gungde Ariwangsa SH