logo

Produksi Melimpah, Bulog Harus Sewa Gudang, Tampung 500.000 Ton Beras

Produksi Melimpah, Bulog Harus Sewa Gudang, Tampung 500.000 Ton Beras

Mentan Andi Amran Sulaiman bersama Dirut Bulog Budi Waseso, sidak ke Pasar Kramatjati dan Pasar Induk Beras Cipinang, Jumat (14//9/2018).
14 September 2018 13:21 WIB
Penulis : Laksito Adi Darmono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Dirut Bulog, Budi Waseso, mengatakan, stok beras di Bulog melimpah. Per Jumat (14/9/2018), stok beras Bulog sudah mencapai 2,7 juta ton, sementara panen padi masih terus berlangsung.

"Kita harus sewa gudang dari Angkatan Udara untuk nyimpen 500.000 ton beras serapan Bulog, karena gudang kita penuh. Buat apa impor," ujar Buwas, sapaan Budi Waseso, saat meninjau Pasar Jaya Kramat Jati dan Pasar Induk  Beras Cipinang (PIBC), bersama Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, Jumat (14/9/2018).

Disebutkan rata-rata 5.000 ton beras diserap Bulog, dari hasil panen di dalam negeri. Dengan kondisi beras melimpah ini, tidak ada alasan untuk harga naik.

"Dengam kondisi ini, juga tidak ada alasan untuk impor. Sebab dengan apresiadi dolar AS sekarang, impor beras menjadi lebih mahal Rp1.400 dibanding tahin 2016," ujarnya.

Budi Waseso yang didampingi Direktur Pengadaan Bulog, Mayjen TNI Purn. Bhaktiar, menjelaskan per hari ini (Jumat,14/9/2018) stok gudang bulog penuh dengan beras produksi nasional. Sebanyak 2,2 juta ton beras petani Indonesia tersimpan di gudang-gudang beras milik Bulog, 500.000 ton lainnya tersimpan di gudang milik Angkatan Udara yang disewa Bulog.

Buwas pun minta media yang menyaksikan stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang, agar mempublikasikan dengan benar sesuai fakta. "Tidak ada beras impordi pasae Cipinang. Semua beras nasional hasil serapan Bulog," katanya.

Direktur Food Station Jakarta, Arif Prasetyo Adi, mengakui pasokan beras ke Pasar Induk Cipinang, masih normal. "Sejak pagi hingga menjelang siang ini, sudah 4.700 ton yang tercatat masuk, sedang stok gudang PIBC, saat ini mencapai 47.000 ton, jauh di atas standar normal 22.000 hingga 25.000 ton," ujarnya.

Arif menambahkan pasokan beras masih datang dari Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah bahkan beberapa pekan terakhir pasokan dari Sulawesi Selatan.

Harga beras di PIBC terpantau stabil di kisaran Rp8.200 hongga Rp8.400 per kg. ***