logo

Hari Ini Jatuh Tempo, Bank Bukopin Targetkan Penerimaan Rp8,5 Triliun Dari PBB-P2 DKI

Hari Ini Jatuh Tempo, Bank Bukopin Targetkan Penerimaan Rp8,5 Triliun Dari PBB-P2 DKI

General Manager Bisnis Regional I PT Bank Bukopin Tbk Lalu Azhari (kanan) menyerahkah plakat Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) DKI Faisal Syafruddin saat peluncuran layanan pembayaran PBB untuk Perdesaan dan Perkotaan (PBB P2) untuk wilayah DKI Jakarta, di gerai Alfamart, Jakarta, Rabu (12/9/2018).
14 September 2018 13:48 WIB
Penulis : Yon Parjiyono

SuaraKarya.id - JAKARTA: Jumat (14/9/9/2018) ini jatuh tempo pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan Pedesaan (PBB-P2) di lima wilayah DKI Jakarta.

PT Bank Bukopin Tbk sebagai salah satu bank pemberi layanan pembayaran PBB-P2 membuka konter di kantor cabang selama 24 jam pada hari jatuh tempo ini.

Bank Bukopin menargetkan dapat memfasilitasi penerimaan pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan Pedesaan (PBB-P2) untuk di wilayah Jakarta sekitar Rp8,5 Triliun.

Hal itu dikatakan General Manager Bisnis Regional I PT Bank Bukopin Tbk Lalu Azhari,Rabu (12/9/2018). Ia mengatakan, untuk mencapai target tersebut, perusahaan menggandeng gerai Alfamart dan mengoptimalkan layanan digital dalam aplikasi Wokee Bank Bukopin.

"Hari terakhir pembayaran PPB P2, Jumat (14/9/2018), kami buka layanan selama 24 jam agar tercapai dari target yang sudah ditetapkan Badan Pajak Dan Retribusi Daerah (BPRD)DKI," katanya.

Lalu Azhari menambahkan, secara teknis nantinya wajib pajak cukup datang ke bank atau gerai Alfamart dan menginformasikan Nomor Objek Pajak dan tahun Pajak yang akan dibayarkan ke petugas.

Selanjutnya, proses pembayaran sudah dapat diproses secara tunai maupun nontunai menggunakan kartu debit.

Sementara itu, Bank Bukopin juga menargetkan hingga akhir tahun dapat melayani pembayaran 13 jenis pajak selain PBB P2. Perluasan kerja sama pembayaran pajak tersebut diharapkan dapat memaksimalkan pendapatan nonbunga perusahaan.

"Kami punya aplikasi Wokee dan pengembangan teknologi yang sudah baik. Nantinya, kami harapkan dapat memberikan layanan secara penuh dalam pembayaran seluruh jenis pajak yang ada," ujar Lalu Azhari.

Sebelumnya, Bank Bukopin mematok target bisa mengumpulkan PBB-P2 sebesar Rp8,5 Triliun atau 10 peraen dari total target penerimaan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Sementara itu, Bank Bukopin juga menargetkan hingga akhir tahun dapat melayani pembayaran 13 jenis pajak selain PBB P2. Perluasan kerja sama pembayaran pajak tersebut diharapkan dapat memaksimalkan pendapatan nonbunga perusahaan.

"Kami punya aplikasi Wokee dan pengembangan teknologi yang sudah baik. Nantinya, kami harapkan dapat memberikan layanan secara penuh dalam pembayaran seluruh jenis pajak yang ada," ujar Lalu.

Sebelumnya, Bank Bukopin juga telah melayani pembayaran serupa di Sumatra Selatan dan tengah membidik wilayah lain di Indonesia.

Editor : Yon Parjiyono