logo

Perpustakaan Modern Memperluas Jangkauan Dengan Teknologi Digital

Perpustakaan Modern Memperluas Jangkauan Dengan Teknologi Digital

Ketua Tim Pakar Kemendes PDTT Haryono Suyono (tengah). (foto, ist)
14 September 2018 08:51 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Ketua Tim Pakar Menteri Desa PDTT Haryono Suyono, di ruang kerjanya di Jakarta, Jumat (14/9/2018) menjelaskan, dirinya didampingi tokoh Perpuseru Ibu Dr Erlyn Sulisyaningsih, Dr Mulyono D Prawiro dari Damandiri, Farli Yanda Lika Bukhari dari Pustakawan Nasional ISIPI diterima oleh Kepala Perpustakaan Nasional Moh Syarif Bando dan staf seniornya di kantor barunya yang megah di Jakarta, beberapa hari lalu.

Pada pertemuan itu, ujarnya, membahas perkembangan perpustakaan modern, yang dewasa ini telah merambah desa di seluruh  Indonesia, dengan gegap gempita dan membanggakan. Melalui jalur tradisional Perpustakaan Nasional membantu pengembangan perpustakaan desa dengan kumpulan bukunya yang bervariasi.

"Mencerdaskan rakyat banyak yang sedang giat membangun keluarganya," kata Haryono. Melalui jalur maya, dewasa ini ribuan bahan-bahan bacaan yang setiap hari bertambah dengan kecepatan tinggi dikemas dalam sistem digital. Sehingga, dengan satu klik rakyat menikmati bacaan yang sangat segar dari telpon genggam sederhana yang ada di tangannya.

Bersama Perpuseru Perpustakaan Nasional telah berhasil memperluas jangkauan sampai akhir tahun lalu, sampai ke 1442 desa dan tahun ini akan menjangkau sekitar 1742 desa. Apabila 7000 pusat informasi KB di tingkat kecamatan bergabung, maka pada akhir tahun ini jangkauan desa akan meluas menjadi sekitar 1742 desa.

Kepala Perpustakaan Nasional Moh Syarif Bando menyatakan, apabila penduduk memiliki sebuah telpon genggam, maka dengan mudah dapat mengakses dan menjadi pelanggan Perpustakaan Nasional, hanya dengan mendaftar melalui Google Play, serta mengetik ipusnas dan diikuti petunjuknya.

"Maka kita akan tersambung pada Perpustkaan Nasional dan koleksinya dari semua tempat di Indonesia bahkan di dunia, suatu kemajuan tehnologi yang luar biasa," ujarnya.

Dari diskusi yang sangat akrab sehari menjelang Tahun Baru Hijriah itu, bisa dibilang memperoleh berkah, peserta Akademi Desa 4.0 yang dikembangkan Menteri Desa PDTT bisa memperoleh bahan ajar langsung dari desa masing-masing, ditambah bahan informasi yang sangat berguna untuk membangun desa dan masyarakatnya.

Karena itu, Perpustakaan Nasional disetujui oleh Menteri Desa PDTT Eko Putro Sandjojo dan Sekjen Anwar Sanusi menjadi salah satu jaringan yang kuat Akademi Desa 4.0 sebagai pendukung utama pembangunan desa dan masyarakatnya, yang akhir bulan ini rencananya akan mewisuda lulusannya yang pertama di Surabaya.