logo

Museum Wayang 10 Kali Sajikan Pergelaran Di Ruang Publik

Museum Wayang  10 Kali  Sajikan Pergelaran Di Ruang Publik

14 September 2018 08:35 WIB
Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - JAKARTA: Museum Wayang Unit Pengelola Museum Seni milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selama tahun 2018 ini mengagendakan 10 kali pergelaran wayang di ruang publik. Sampai saat ini sudah terlaksana 7 kali.  Terakhir pada Sabtu (8/9) malam di Candi Bentar, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur yaitu pergelaran wayang kulit Banyumas dengan dalang Ki Eko Suwaryo  yang membawakan cerita  "mBangun Kikis Tunggarana." 

Demikian diungkapkan Kepala Satpel Museum Wayang Sumardi S.Sos di kantornya Kamis (13/9/2018).

"Seperti biasa  Museum Wayang selalu bekerja sama dengan PEPADI Pusat dalam setiap pergelaran. Nah yang terakhir itu ditambah kerja samanya dengan Paguyuban Masyarakat Banyumas Cilacap. Penontonnya lebih 1.000 orang dan  bukan main sambutannya," kata Sumardi. Hingga pagi sekitar pukul 2 sampai 3 dinihari penonton masih bergeming tak beranjak dari tempatnya masing masing.

Pergelaran itu dibuka Kepala UP Museum Seni Esti Utami dengan dihadiri tokoh tokoh Banyumas Cilacap, dan Ketua Paguyuban Jawa Tengah Leles Sudharmanto.

Dijelaskan oleh Esti Utami, langkah ini untuk memberikan edukasi masyarakat mengenai salah satu budaya luhur bangsa yaitu seni pewayangan. Kedua untuk lebih mengenalkan keberadaan  Museum Wayang di tengah masyarakat. " Sekaligus memberikan hiburan masyarakat itu sendiri," ujar Esti Utami. 

Hal itu dibenarkan Toto Sumarwoto, Humas Persatuan Pedalangan Indonesia (PEPADI)  Pusat.

"Wayangan 8  September kemarin Alhamdulillah  sukses. Tanggapan masyarakat khususny penggemar wayang gagrag Banyumasan positif sekali. Ribuan penonton dibelain berdiri sampai pagi. Paketnya Mas Mardi kali ini memecahkan rekord," ucap Toto Sumarwoto. 

Sebab kata Toto, beberapa kali pergelaran wayang kulit di Candi Bentar TMII kurang diminati. Penontonnya dapat dihitung dengan jari yang "nutug" sampai pagi. 

Diakui oleh Humas PEPADI Pusat ini,  jadwal pergelaran wayang kulit  dalang Ki Eko Suwaryo untuk  September ini penuh, hanya libur dua hari.

Iapun mengingatkan  20 September mendatang jam 13.00 WIB  di TMII diselenggarakan Pembukaan Festival Dalang Bocah dan Dalang Muda Tingkat Nasional 2018.

 Lebih lanjut Sumardi menjelaskan untuk pergelaran wayang di ruang publik tetap diteruskan 3 kali lagi. Yaitu pada 22 September di Studio Radio P2SC Kemayoran pergelaran wayang kulit Betawi dengan cerita Cepot Jadi Raja oleh dalang Ki Sofyan. Berikutnya 13 Oktober di kawasan Kota Tua pergelaran  wayang golek Sunda dengan cerita Jaya Perbangsa oleh dalang Ki Den Gala. Terakhir di perbatasan Ciledug  wayang kulit Jawa Timuran dengan cerita Pulang Asmoro oleh dalang Ki Purnawan. ***