logo

Desa Kalisalak, Wisata Panorama Alam Lereng Selatan Gunung Slamet

Desa Kalisalak,  Wisata Panorama Alam Lereng Selatan Gunung Slamet

Curug Gomblang. (foto,ist)
14 September 2018 03:25 WIB
Penulis : Budi Seno P Santo

SuaraKarya.id - JAKARTA: Desa Kalisalak, Curug Gomblang, Kedungbanteng, Banyumas, Jawa Tengah, merupakan kawasan wisata yang sangat luas dan indah. Sejak dibuka pada tahun 2015, makin diminati dan dikunjungi turis baik lokal maupun mancanegara.

Ketua Tim Pakar Kemendes PDTT Haryono Suyono, di Jakarta, Kamis (13/9/2018) mengungkapkan, Kepala Desa Kalisalak Sadam Najib Abdullah menceritakan biasanya puncak kunjungan wisatawan terjadi pada akhir pekan.

Mereka menikmati pemandangasn alam yang sangat indah, berfoto ria sebagai kenangan pengikat cinta berduaan. Atau, kenangan bersama teman akrab atau sahabat dan saudara dekat, yang tinggal di kota dan sama sekali tidak mengenal gunung atau pemandangan seperti lukisan dalam keadaan nyata. 

Wisatawan yang datang menikmati keindahan Curug Gomblang dengan mobil hanya dikutip uang masuk sebesar Rp 5.000 per orang. Ditambah biaya penitipan kendaraan sepuasnya dengan uang parkir Rp 2.000 setiap unitnya.

Seperti diketahui Curug Gomblang berada di lereng selatan Gunung Slamet, pada ketinggian 700 meter di atas permukaan laut. Wilayah ini memiliki air terjun yang seakan keluar dari rerimbunan pohon yang mengesankan,  airnya melimpah dari dedaunan yang rimbun dan ketinggian sekitar 50 meter.

Turun dengan sangat indah ke muka bumi, di antara semak-semak menawarkan pemandangan indah, yang dengan setia mengusung suara musik nan merdu. Seseorang yang duduk manja dengan kekasihnya seakan mendengarkan musik alam yang merdu, sehingga pikiran bisa melayang jauh seakan dunia ini hanya milik mereka berdua.

Curug Gomblang terletak di kawasan Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan Banyumas Timur. Karena lokasi itu, pengelolaan objek wisata Curug Gomblang dilakukan oleh Perhutani KPH Banyumas Timur bekerja sama dengan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) Kalisalak.

Pendapatan dari hasil penjualan tiket masuk dibagi dua, 60 prosen untuk LMDH dan 40 prosen untuk Perhutani. Selain Curug Gomblang, Desa Kalisalak juga memiliki destinasi wisata lainnya, seperti Curug Lima dan camping ground (lahan untuk berkemah).

Dari area camping ground, para pekemah dapat melihat keindahan pemandangan Kota Purwokerto di malam hari. Kerlap-kerlip lampu di jalan dan pemukiman terlihat sangat indah. Khusus untuk camping ground, peminat yang hendak berkemah, bisa memesan satu minggu sebelum kegiatan, tarifnya murah hanya Rp 15 ribu per orang.

Pengelola yang terus meningkatkan pelayanan membenahi jalur masuk dan membangun sejumlah fasilitas pendukung seperti mushala, toilet dan tempat berteduh. Bagi pengunjung yang tidak ingin berjalan kaki ke Curug, pengelola menyediakan layanan antar-jemput dengan ojek.

Jarak antara pos loket masuk hingga lokasi curug sekitar 1 kilometer. Sehingga, dengan ojek dalam keadaan jalan masih berbatu terasa indah dan menarik.

Pengelolaan objek wisata Curug Gomblang merupakan contoh kerja sama desa dengan pihak ketiga, seperti halnya BUMDes, menumbuhkan kegiatan ekonomi desa. Model kerja sama desa seperti ini dapat dikembangkan di desa-desa lain dalam bentuk BUMDes untuk mendapatkan dukungan yang lebih luas di desa.

Editor : Yon Parjiyono