logo

Mahathir Doakan Jokowi-Ma'ruf Dapat Kepercayaan Masyarakat

Mahathir Doakan Jokowi-Ma'ruf Dapat Kepercayaan Masyarakat

Cawapres KH Ma'ruf Amin didampingi Duta Besar RI di Kuala Lumpur Rusdi Kirana bersilaturahim dengan PM Malaysia Mahathir Mohamad di kediaman pribadi Mahathir di kompleks Mines Residence, Seri Kembangan, Selangor, Malaysia, Sabtu (8/9/2018). (Istimewa/Antara)
09 September 2018 00:48 WIB
Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - JAKARTA: Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mendoakan pasangan capres-cawapres Jokowi-Ma'ruf Amin mendapatkan kepercayaan masyarakat sehingga terpilih di Pilpres 2019.

Hal tersebut diutarakan putri sulung Ma'ruf Amin, Siti Ma'rifah seusai mendampingi ayahnya bertemu Mahathir di Malaysia, Sabtu (8/9/2018).

"Pak Mahathir mendoakan pasangan Pak Jokowi dan Kiai Ma’ruf bisa memperoleh kepercayaan masyarakat, menjadi Presiden dan Wakil Presiden, dalam Pemilu 2019," kata Ma'rifah. 

Dalam kunjungan itu Ma'ruf Amin memenuhi undangan Perdana Menteri (PM) Malaysia Tun Dr Mahathir Mohamad di kediaman pribadi Mahathir di kompleks Mines Residence, Seri Kembangan, Selangor, Malaysia, Sabtu pukul 16.00 waktu setempat. 

Selain putrinya, Ma’ruf didampingi Dubes RI di Kuala Lumpur Rusdi Kirana dan jajajaran. 

"Pertemuan berlangsung akrab. Nuansanya bicara dari hati ke hati. Hampir dua jam,” kata Ma'rifah. 

Menurut Ma'rifah, Mahathir secara khusus juga meminta doa Ma'ruf Amin agar dirinya sukses memimpin Malaysia setelah menang dalam Pemilu Malaysia, 9 Mei 2018, dan bisa meningkatkan hubungan baik Indonesia dan Malaysia.

“Abah (Ma’ruf) secara khusus membacakan doa, dan Pak Mahathir mengaminkan,” kata Ma’rifah seperti dilaporkan Antara.

Dia mengatakan pertemuan diawali dengan diskusi cair tentang hubungan Indonesia dan Malaysia sebagai negara serumpun yang bertetangga, kemudian turut membahas kerja sama ASEAN.

“Kiai Ma'ruf juga menyampaikan permohonan keringanan hukuman mati bagi tenaga kerja Indonesia yang terkena kasus nonnarkoba,” kata Ma’rifah.

Putri bungsu Ma'ruf Amin, Siti Haniatunnisa yang turut mendampingi, mengatakan dalam kesempatan tersebut Ma’ruf juga menyampaikan permohonan mendirikan sekolah Indonesia di Johor Bahru, Malaysia Semenanjung bagian selatan, yang dekat dengan Indonesia dan disetujui langsung oleh Mahathir. 

"Karena pendirian sekolah Indonesia di Malaysia Semenanjung itu tidak pernah disetujui selama 60 tahun hubungan Indonesia-Malaysia,” ujar Siti Haniatunnisa. 

Seusai bertemu PM Malaysia, pada Minggu (9/9), Kiai Ma'ruf diagendakan menghadiri acara PCI NU Malaysia dan Persatuan Pelajar Indonesia di Malaysia. ***