logo

Ketua Inapgoc Janjikan Upacara Pembukaan Asian Para Games Tidak Kalah Dari Asian Games

Ketua Inapgoc Janjikan Upacara Pembukaan Asian Para Games Tidak Kalah Dari Asian Games

Ketua INAPGOC Raja Sapta Oktohari bersama Presiden NPC Senny Marbun saat menghadiri media gathering di kota Solo
04 September 2018 23:02 WIB
Penulis : Endang Kusumastuti

SuaraKarya.id - SOLO: Upacara pembukaan dan penutupan Asian Para Games, tidak akan kalah meriah dibandingkan dengan Asian Games lalu. Meskipun menggunakan konsep yang berbeda, tetapi euforia keberhasilan Asian Games akan dipertahankan.

Hal ini dikatakan Ketua Indonesia Asian Para Games 2018 Organizing Committee (INAPGOC), Raja Sapta Oktohari, dalam acara Media Gathering, Indonesia 2018 Asian Para Games, di Kota Solo, Jawa Tengah, Selasa (4/9/2018).

"Konsepnya berbeda dengan Asian Games lalu. Kalau Asian Games kemarim nasional dan dikemas dalam konser musik, maka Asian Para Games konsepnya Asian dan dalam bentuk gelaran besar yang menjunjung tinggi kemanusian," jelasnya.

Meskipun ajang kompetisi olahraga bagi penyandang disabilitas tersebut secara resmi baru akan dilaksanakan tanggal 6 Oktober mendatang, Raja Sapta mengatakan Asian Para Games akan dimulai besok tanggal 5 September. Yakni saat pengambilan api obor dari Mrapen, Grobogan yang diteruskan dengan torch relay yang akan berakhir pada tanggal 30 September 2018.

"Ini sejarah besar bagi Indonesia yang menjadi tuan rumah Asian Para Games," katanya.

Dalam Asian Para Games tersebut, pihaknya berharap tiga sukses yakni sukses pelaksanaan, sukses administrasi, dan sukses legacy. Untuk sukses legacy, ada dua yakni legacy dalam bentuk fisik atau nyata yakni obor api Asian Para Games dan legacy kemanusiaan.

"Ini menjadi awal perubahan bagi Indonesia untuk lebih ramah terhadap disabilitas," ujarnya.

Terkait tiket, Ketua INAPGOC mengatakan tiket akan dibagi dalam empat bagian. Yakni pembukaan dan penutupan acara, masuk ke venue serta final.

"Asian Para Games adalah momentum yang bagus, bagi penonton difabel akan digratiskan masuk ke venue," katanya lagi.

Sementara itu, Asian Para Games akan dimulai dengan torch relay. Api obor akan diambil dari sumber api abadi Mrapen, Grobogan, Jawa Tengah dan akan dibawa ke Kota Solo. Selanjutnya akan dibawa ke sejumlah daerah sebelum akhirnya tiba di Jakarta pada tanggal 30 September.

"Obor Asian Para Games ini istimewa karena ada motif batik parang yang menjadi ciri khas Indonesia. Selain itu juga ada huruf braile dan tiga cincin yang menjadi simbol citius, altius, fortius atau tercepat, tertinggi, terkuat," papar PIC (Person in Charge) Torch Relay Parade, Ageng Nugroho.

Dalam ajang Asian Para Games 2018 akan digelar 18 cabang olahraga dan diikuti 2.888 atlet dari 41 negara. ***

Editor : Gungde Ariwangsa SH