logo

Menjelajah Eropa Di Bogor Selatan, Wisata Baru Bersama Teman

Menjelajah  Eropa Di Bogor Selatan,  Wisata Baru Bersama Teman

04 September 2018 09:34 WIB
Penulis : Dwi Putro Agus Asianto

SuaraKarya.id - BOGOR: Banyak warga masyarakat yang  terbiasa mengagendakan  berekreasi di akhir pekan. Namun dalam memilih  destinasi wisata  terkadang ragu ragu. Karena harus mempertimbangkan beberapa syarat, yaitu  tempatnya harus indah, bersih, aman, tertib dan  nyaman, di samping bernilai  budaya, mudah dijangkau dan baru. Dari syarat yang terakhir inilah para wisatawan memilih De Voyage, destinasi wisata bernuansa Eropa di Bogor Selatan.

Hari Minggu 2 September  2018 kemarin sekitar 5.000 orang wisatawan nusantara  mengunjungi destinasi wisata yang baru April yang lalu diresmikan. "Kalau hari libur begini memang ramai pengunjung Pak. Tapi kalau hari biasa jumlah pengunjung  cuma seperempatnya," kata petugas kebersihan di musholla De Voyage, sebut saja Ujang.

Menurut Ujang pengunjungnya bukan hanya dari Bogor dan sekitarnya saja, melainkan dari berbagai daerah yang jauh.
Faridar Munaf dari Kota Batu, Malang, Jawa Timur hari itu juga berwisata ke De Voyage bersama teman temannya.

Semula kedatangan Faridar, dokter alumnus  Fakultas Kedokteran Universitas YARSI  di Jakarta ini untuk menghadiri reuni dokter dokter angkatan 1968 YARSI. Paska reuni dimanfaatkanlah waktunya  untuk berwisata dengan teman teman sekelasnya dari  SMA Negeri 3 Malang yang tinggal di Jakarta,  sambil mencari souvenir kaos Asian Games 2018.

"Tadinya mau berwisata di Jakarta saja. Tetapi setelah dipikir kenapa nggak keluar kota. Akhirnya atas informasi saudara, kami pilih ke Bogor," ujar Faridar.

Hal itu dibenarkan Atiek  Suparyati temannya, seorang  pensiunan pejabat Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang tinggal di Pondok Kelapa Jakarta Timur. "Enakan  ke Bogor melawan arus. Jadi naik Kereta  Commuter Line (KCL) nggak berdesakan,"  ujar Atiek memberi alasan.

Menurut Atiek wahana foto spot De Voyage itu  memang menarik karena bernuansa Eropa.
"Tetapi nggak  Eropa banget. Kecuali menara Eiffelnya," ujar insinyur sipil ini.  Bangunan Skandinavianya kurang pas. Ada sepeda di sana, itu maskot Kopenhagen Denmark. Sedang Inggris diwakili bangunan mirip Big Ben.
Sayang gambar bus  tingkatnya ada tulisan Bogor Voyages, jadi kurang pas.

Namun diakuinya  suasana Venesia sebagai  kota di atas air di Italia dengan perahu perahu sebagai alat transportasinya cukup representatif. Dipadukan dengan kincir angin Holland. Hanya saja taman-taman bunganya tak ada bunga tulip khas Belanda, kecuali bunga alamanda warna kuning,  lavenda warna ungu, kembang sepatu warna merah dan putih serta bunga tapak dara berneka rupa.

Pengunjung lainnya Encin (52) warga Kelurahan Koja RT 008/07 , Jakarta Utara dan anak anaknya  mengakui baru pertama kali ke De Voyage. Itupun karena masih kepagian datang ke Bogor. Padahal semula rombongannya 12 orang dengan 2 mobil mau rekreasi ke Kebun Raya.

"Ternyata jam 9 lebih pintu gerbangnya masih tutup. Maka kami lanjut kemari," kata Encin yang mengajak pula saudara-saudaranya dari Tangerang.

Ia mengatakan Wahana foto spot  "Bogor Rasa Eropa"  di Bogor Nirwana Residence itu cukup bagus. Juga dilengkapi musholla untuk sholat.

Dony (20) warga Tanjung Priok Jakarta Utara juga baru pertamakalinya ke tempat rekreasi itu. Semula ia  mau ke tempat kursus di dekat stasiun, ternyata tutup. Akhirnya lanjut ke selatan sampailah ke wahana nuansa Eropa.

Areal seluas 1,5 hektare dengan kontur tanah yang berlembah dan berbukit  itu memang dipenuhi bangunan bangunan berarsitektur Eropa abad 18-an, namun ukurannya agak kecilan. Ada bangunan rumah  utuh namun ada pula yang hanya bagian depannya saja yang dicat aneka warna.  Begitu masuk kita melihat Menara Eiffel Paris di taman bunga dikelilingi telaga dan sungai  buatan. Banyak pengunjung yang naik perahu bertiga atau berdua bahkan  mendayung sendirian.

Warna perahu perahunya mencolok, ada merah, hijau muda,  kuning tua maupun ungu.
Belok ke kiri terdengar gemericik air dari kincir yang berputar. Sayup sayup terdengar pula  lagu jadul Santa Lucia berulang ulang  yang mengasosiasikan pikiran kita pada atmoster Eropa, khususnya Italia, lebih khusus lagi kota air  Venesia. Apalagi ada beberapa jembatan lengkung di atas aliran air  yang merupakan spot tersendiri.

"Memang kalau kita berswafoto sedang sepi pengunjung, mirip di Eropa. Tetapi kalau sedang ramai dan terlihat tak ada bulenya, ketahuanlah," kata seorang anak muda yang membawa kamera.
Di bagian belakang ada depot es. Memutar ke kanan ada rumah model Belanda yang berfungsi sebagai toko souvenir atau cinderamata. Di bawah lampu taman yang antik ada telephon box ciri kota London.
Di atas kanan ada bangunan kayu terlihat wanita berkostum  milkmaid ala Belanda.

Keluar dari wahana tersebut kita melewati dekorasi dengan lukisan 3 dimensi mirip Kampung  Tridi di Malang. Banyak pengunjung berfoto selfie  dengan spot tersebut.
Paling luar setelah taman parkir di sebelah kiri ada restoran di areal yang cukup luas dengan kursi dan meja taman.

Bila berangkat dari stasiun Bogor ke De Voyage tadi kita naik taksi online  Grabcar dikenakan Rp 63.000,
maka pulangnya tersedia angkot ke stasiun Bogor dengan tarip Rp10.000 per orang.

Ayu Vena manajer umum De Voyage ketika dihubungi suarakarya.id via telpon Senin (3/9)  mengakui tiap hari  Minggu dan hari libur pengunjung wahana De Voyage ini mencapai 4 kali lipat dari hari biasa. Harga tiketnya pun beda. Bila hari biasa anak anak dan dewasa Rp 25.000,- per orang. Tetapi hari Minggu dan hari libur harga tiketnya naik menjadi Rp 35.000,-  per orang.

"Untuk lanjut usia 70 tahun ke atas hanya dikenakan separo harga," kata Ayu.
Areal wahana permainan dan spot foto De Voyage atmosfer  Eropa itu luasnya 1,5 hektare. Sedang areal restoran di luarnya juga seluas 1,5 hektar.

"Itu tak termasuk lahan parkirnya," tambah Ayu Vena. Dijelaskannya De Voyage juga menyediakan kostum budaya Holland atau Belanda,  Denmark, Perancis dan Italia. Lengkaplah kita menghirup atmosfer Eropa sesaat berbusana dan berfoto dengan pemandangan  Eropa di Bogor Selatan.  Tak usah kita  jauh jauh terbang ke Roma atau Amsterdam. ***